JOGJA - Penantian panjang PSIM Jogja promosi ke Liga 1 berakhir tahun ini. Apa rasanya bisa menjadi pemain yang berhasil mewujudkan mimpinya sejak kecil bersama PSIM Jogja? Domenico Savio Sheva Maresca Amavisca punya jawabannya.
"Rasanya luar biasa, bahagia, terharu dan tidak menyangka saya dan teman-teman akhirnya bisa menggapai mimpi yang sudah ditunggu-tunggu selama ini," ungkapnya, kepada Radar Jogja Minggu (23/2).
Sebagai warga asli Kota Jogja, Sheva yang tumbuh dari sekolah sepak bola (SSB) MAS, itu mengaku sangat bahagia bisa ikut membawa Laskar Mataram naik ke Liga 1. Hal yang diimpikannya sejak kecil sebagai pendukung PSIM pun terwujud. "Terlebih saya sebagai warga Jogja asli menjadi bagian yang bisa membawa PSIM ke Liga 1, tentunya ini menjadi sejarah buat saya pribadi dan buat masyarakat Jogjakarta," ujarnya.
Selama empat musim membela PSIM Jogja, pemain bernomor punggung 8 itu sudah merasakan pahit manis bersama tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja tersebut. Pada tahun pertama bersama PSIM, Sheva yang dibawa pelatih Seto Nurdiyantoro dari PSS Sleman U-20 itu berakhir kecewa. Karena PSIM gagal di perebutan juara tiga. Tiket terakhir untuk promosi.
Di tahun ke dua dengan mimpi yang sama, yakni membawa PSIM lolos ke Liga 1, nampaknya Sheva juga harus merasakan kecewa lagi, lantaran Laskar Mataram harus terhenti karena tragedi di kanjuruhan yang harus menghentikan seluruh pertandingan di Liga Indonesia. Pada tahun ketiga sebenarnya Sheva sendiri tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain dan tim harus terhenti di babak delapan besar.
Akhirnya di tahun keempat ini mimpi itu menjadi nyata, hampir 20 tahun penantian akhirnya PSIM Jogja bisa mendapatkan satu tiket untuk lolos promosi ke Liga 1. "Kalau dari saya, semoga PSIM bisa konsisten terus di liga 1 dan membuat sejarah baru yang baik di liga 1 nantinya," tegas pemain kelahiran 23 April 2001 itu.
Secara pribadi, Sheva sendiri mengaku tetap ingin terus bisa membersamai dan membela PSIM Jogja. Apalagi saat ini tim kesayangannya itu bisa lolos ke Liga 1. "Tapi semua tidak ada yang tahu ke depan kami seperti apa. Tentu kalau dibilang siap saya siap dan ingin. Tapi semua balik lagi ke manajemen," lontarnya.
Terkait dengan nama gelandang PSIM Jogja ini yang memiliki identic dengan legenda AC Milan? Sheva menceritakan, nama tersebut terinspirasi dari mantan penyerang timnas Ukraina sekaligus legenda AC Milan Andriy Shevchenko. Kebetulan sang ayah Heri Purnomo memang sangat mengidolakan sosok Shevchenko. “Yang ngasih nama itu ayah saya, karena beliau juga suka sepak bola. Nama saya memang panjang, tapi yang saya tahu cuma Sheva karena ngikuti nama panggilan Shevchenko,” ujar Sheva.
Editor : Heru Pratomo