KULON PROGO - Di tengah gencar-gencarnya pemerintah dalam menunjukkan komitmen ketahanan pangan melalui kolaborasi TNI Polri, ada seorang anggota kepolisian, yang sejak dulu terus berinovasi untuk menciptakan ketahanan pangan dengan caranya sendiri.
Brigadir Agus Nurmansyah (30) atau kerap disapa Agus ini, memiliki pengertian sendiri mengenai ketahanan pangan dengan cara beternak bebek.
Sekitar pukul 17.00 WIB, dari kejauhan muncul seorang berbadan tegap mengendarai motor matic yang berhenti di depan sebuah rumah.
Motor itu kemudian diparkir tepat di belakang rumah yang telah dimodifikasi untuk kandang bebek. Pria tegap itu, lantas menanggalkan pakaian dinasnya dan berganti baju kaos dan sepatu boot.
Tangan penuh kapalnya, langsung sigap mengambil pakan dari karung dan memindahkannya ke sebuah ember. Tak sampai situ, pria berkaos Polri langsung membagikan pakan ke ratusan bebek yang sepertinya telah akrab dengannya.
"Ayo gek dipangan, ben lemu," ucap Agus Nurmansyah, sambil memberikan pakan ke ratusan bebek, Minggu (23/2).
Sosok laki-laki itu adalah anggota Polres Kulon Progo, Brigadir Agus Nurmansyah. Bertepat di belakang rumahnya di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan Agus Nurmansyah nekat membangun bisnis peternakan bebek.
Bermodal nekat dan pengalaman bisnis fnb dirinya memulai beternak bebek petelur skala industri.
Berdiri diatas lahan 200 meter², peternakan yang baru berjalan selama 5 bulan itu telah berhasil membukukan omset yang luar biasa.
Dalam sehari, peternakannya mampu menghasilkan seribu telur, dengan harga Rp 3 ribu per butir.
"Ceritanya panjang mas, dulu sewaktu sekolah sempat ternak kecil-kecilan, jadi tukang bor sumur hingga jualan es," ucapnya.
Agus menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi anggota kepolisian, yang cukup menempa diri hingga membentuk pribadi sekarang.
Pria ini terlahir dari keluarga yang sederhana, bapaknya merupakan tukang bor sumur. Tentunya, sudah menjadi rutinitasbaginya untuk membantu orangtua mengebor sumur sepulang sekolah.
Tak sampai situ, kehidupan Agus remaja juga diisi dengan kegiatan beternak skala rumahan.
Namun usaha ternak itu, tak terlalu ia pikirkan. Justru ia malah membuat bisnis FNB berupa berjualan es kepal milo yang kala itu sempat menjadi trend.
"Sekitar tahun 2018, saat itu belum banyak yang jual es kepal, saya untung banyak dari situ," ujarnya.
Di tahun 2018 es kepal mencapai masa jayanya. Saat itu, Agus mmampu meraup omset puluhan juta rupiah dari berjualan es kepal.
Namun, usahanya sangat menyita waktunya sebagai anggota kepolisian.
Lantaran, sepulang kerja dirinya harus bekerja kembali hingga menjelang dini hari untuk berjualan.
Tak tergiur dengan keuntungan dari es kepal, Agus justru nekat beralih menjadi petani bawang merah.
Dari situlah, pandangan ketahanan pangan miliknya terbuka. Ia mulai serius untuk terjun di dunia pertanian dan peternakan.
Di tahun 2024, Agus mulai melebarkan bisni pertanian bawang merah menjadi peternak bebek petelur.
Keputusan untuk terjun di dunia bisnis ini berlatar belakang dengan kesibukannya. Lantaran, beternak bebek tak banyak menyita waktunya pasca bekerja sebagai anggota kepolisian.
"Pagi pukul 07.00 WIB sudah selesai mmeberi pakan dan ambil telur, sedangkan sore pukul 17.00 WIB," ungkapnya.
Agus menyampaikan, peternakannya dibuat dengan modal dari berjualan es kepal dan bertani bawang merah.
Ia membuat kandang agar mampu menampung 1.500 ekor bebek. Setiap harinya, ribuan bebek mampu menghasilkan ribuan telur juga.
Urusan pemasaran telur, dirinya tak banyak ambil pusing. Lantaran, setiap harinya ada pembeli telur dari Purworejo dan Bantul yang menjemput telur. Biasanya telur tersebut digunakan untuk campuran masakan ataupun menjadi telur asin.
"Alhamdulillah menghasilkan, dan bisa menjadi sarana komunikasi dengan masyarakat sekitar," ucapnya.
Berkat kesuksesannya beternak, banyak masyarakat yang menjadikan peternakkannya sebagai acuan.
Namun, Agus tak pernah pelit ilmu. Justru dengan begitu, peran dirinya sebagai anggota kepolisian dapat terlaksana tanpa disadari. Lantaran, masyarakat bisa lebih dekat dan terbuka kepadanya.
Selain itu, pemerintah sedang masif menggencarkan ketahanan pangan. Dengan keberadaan peternakan dan pertanian miliknya, Agus berharap dapat mendukung program tersebut. Terutama untuk mensosialisasikan dan memberikan wawasan ke masyarakat di lingkungannya.
Tak tanggung-tanggung dalam konsep ketahanan pangan, Agus bahkan membuat inovasi pertanian peternakan berkelanjutan.
Dari sisi peternakan, dirinya menbuat sistem kandang bebk yang dibawahnya terdapat kolam ikan lele. Tujuannya, untuk mengatasi kebiasan buruk bebek yang sering membuang makanan.
Jika bebek membuang pakan, justru pakan terbuang akan menjadi makanan lele. Ia juga mengembangkan sistem bisnis pertanian peternakan terintegritas. (gas)
Editor : Bahana.