Mengenal Nastiti Dyah Lestari, Mahasiswa Berprestasi dengan Segudang Kegiatan: Ini Dia Berbagai Capaiannya..
Fahmi Fahriza• Jumat, 21 Februari 2025 | 04:35 WIB
Potret Nastiti Dyah Lestari.
JOGJA - Menyandang status sebagai mahasiswa, benar-benar dioptimalkan Nastiti Dyah Lestari untuk mengeksplorasi banyak hal.
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2022 ini, aktif dibanyak lomba hingga riset.
Selain kuliah, ia aktif menjadi fasilitator asisten dosen, anggota tim riset dosen, ketua tim penerima hibah riset dari Kemdikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga PIMNAS, juga menjadi ketua bidang riset dan pengembangan keilmuan di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fisipol UMY.
"Aku juga kepala Divisi Riset dan Inovasi dalam Non-Governmental Organization Pelopor Indonesia Terdidik, dan relawan di Komunitas Sekolah Marjinal," katanya pada Radar Jogja, Kamis (20/2).
Dalam konteks akademik, perempuan asal Sleman ini telah menorehkan segudang prestasi. Meliputi, mahasiswa berprestasi utama III UMY 2025, juara 1 Esai Internasional Sustainable Development Goals Summit Universitas Indonesia 2024, juara 2 Poster Digital PKM RSH PIMNAS 37 Universitas Airlangga 2024.
Selain itu, juara 2 PKP2 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Tingkat Nasional 2024, hingga juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) Tingkat Nasional 2024.
Selain itu, Nastiti juga menjadi penulis pertama pada artikel ilmiah dengan judul “The Commercialization of Child: A Sociocultural Study of Kidfluencers on TikTok” terbit di SHS Web of Conferences, EDP Sciences, penulis pertama pada artikel ilmiah dengan judul “Analisis Isi Konten Komersialisasi Kidfluencers pada Akun TikTok @abe_daily” terbit di Jurnal Audiens Sinta 4.
Hingga menjadi penerima Pendanaan Hibah Riset dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2024 sebagai Ketua Tim.
"Sejauh ini aku juga sudah memiliki 5 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karyaku," jelasnya.
Secara personal, ia mengaku memiliki fokus isu pada kajian media digital, anak, dan pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan kuliahnya, dan selaras dengan apa yang sudah ia riset dalam.
"Fokus kajian, penelitian, dan pengabdian saya selalu soal ilmu komunikasi, media digital, anak, dan pendidikan," tuturnya.
Lebih lanjut, dalam gagasan yang disampaikannya dalam kompetisi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), ia juga menyoroti isu pendidikan dan anak.
Soal talenta digital marjinal, yang merupakan bentuk implementasi pemberdayaan masyarakat, dengan luaran menjadikan anak dampingan seorang konten kreator edukatif dalam Komunitas Sekolah Marjinal.
"Saya jadi relawan di dalamnya, dan mendukung sustainable development goals (SDGs) ke 4 yaitu Pendidikan Berkualitas," bebernya.
Lebih lanjut, perempuan yang bercita-cita menjadi dosen dan peneliti ini berujar, ada banyak hal yang kini sedang dipersiapkan untuk studinya.
"Semoga setelah lulus S1 saya bisa langsung lanjut studi di Top University dengan beasiswa," harapnya. (iza)