JOGJA - Bidang pendidikan, khususnya dalam dunia mengajar, adalah hal yang sangat disukai oleh Widada. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMKN 3 Yogyakarta ini telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan selama lebih dari dua dekade.
Widada memulai kariernya sebagai guru pada tahun 1994, saat masih berstatus sebagai mahasiswa.
“Saya mulai mengajar sejak semester 5, dulu mengajar di SMP, dengan materi elektronika dan hal-hal yang berkaitan dengan mesin,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: Akan Purna dari Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo Ingin Lebih Dekat dengan Keluarga
Pria yang merupakan alumni Pendidikan Teknik Mesin IKIP UNY ini, setelah lulus pada tahun 1994, langsung melamar sebagai guru di SMKN 1 Bantul.
“Setelah lulus, saya langsug melamar jadi guru di SMKN 1 Bantul,” ungkapnya.
Selama perjalanan kariernya, Widada mengaku banyak bereksperimen dengan berbagai metode pembelajaran.
Salah satu yang berkesan bagi dirinya adalah mengajar siswa di luar jam kelas, dengan materi yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa masing-masing.
"Saya pernah mengajari khusus anak-anak yang ingin berwirausaha, agar mereka dapat highlight baru. Itu di luar jam kelas," ujarnya.
Kecintaannya pada dunia pendidikan juga diwujudkan dengan mengajar secara sukarela bagi anak-anak yang putus sekolah.
”Antara tahun 2003 hingga 2005, saya juga mengajar pemuda-pemuda yang putus sekolah. Kami fasilitasi mereka untuk kembali belajar di sekolah,” jelasnya.
Secara pribadi, ia adalah sosok yang gemar bersosial. Pada waktu luang, ia senang menghabiskan waktu bersama keluarga atau kolega kerjanya.
Saat libur mengajar, dia suka glamping dengan keluarga, piknik, outbound atau rafting, bersama keluarga atau teman-teman.
“Selain itu, saya juga gemar touring dan bersepeda dengan sesama guru atau kepala sekolah saat liburan,” lanjutnya.
Tak hanya berfokus pada dunia pendidikan, Widada juga menjalankan bisnis toko alat tulis kantor (ATK) yang dirintisnya sejak tahun 2005.
Bisnis ATK ini dimulai sejak 2005 dan menjadi salah satu investasi yang ditekuninya.
“Mungkin, setelah saya pensiun mengajar pada 2029, saya akan lebih fokus mengelola bisnis ini,” ujarnya.
Untuk saat ini, toko tersebut masih dijalankan oleh istrinya dan beberapa karyawan. “Saya percayakan toko ini kepada istri dan beberapa karyawan yang mengelolanya,” tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita