Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Bayu Prastowo, Anak Tukang Tambal Ban Berhasil Kembangkan Bisnis Digital Shitum Studio

Iwan Nurwanto • Rabu, 12 Februari 2025 | 01:05 WIB
Bayu Prastowo, Anak Kembangkan Bisnis Digital Shitum Studio
Bayu Prastowo, Anak Kembangkan Bisnis Digital Shitum Studio

 

 

JOGJA - Kisah inspiratif datang dari Bayu Prastowo. Seorang anak tukang tambal ban yang sukses mengembangkan bisnis digital editing video dan pembuatan desain tiga dimensi. Melalui Shitum Studio. Sosoknya menjadi contoh bahwa keberhasilan tetap bisa diraih meski di tengah berbagai keterbatasan.

Mata Bayu tampak fokus melihat layar komputernya. Tangannya pun piawai memainkan tetikus untuk menata potongan-potongan video berada di depan workspace dalam sebuah aplikasi pengeditan. Dia memang tengah sibuk menggarap sebuah project dari salah satu pelanggannya.

Ya, Bayu memang berprofesi sebagai video editor. Nama usahanya Shitum Studios. Usaha tersebut fokus bergerak dalam bidang multimedia. Khususnya editing video dan pembuatan desain video tiga dimensi.

Warga kemantren Ngampilan, Kota Jogja ini bisa dibilang berasal keluarga ekonomi pas-pasan. Bagaimana tidak, ayahnya berprofesi sebagai tukang tambal ban. Sementara ibunya penjual nasi rames di Jalan Letjen Suprapto, Kota Jogja. “Kondisi ekonomi saya memang bisa dibilang pas-pasan, karena dulunya untuk membeli komputer saja orang tua perlu kerja sangat keras,” ujar Bayu kepada Radar Jogja, Selasa (11/2).

Namun kondisi tersebut tidak menghalangi Bayu untuk berkarya. Bermodal ketekunan dan tekad yang kuat, nyatanya dia mampu membuka peluang bisnis digital. Bahkan pelanggannya pun berasal dari perusahaan-perusahaan besar nasional.

Bayu memang tidak seberuntung pelaku usaha digital pada umumnya. Sebab banyak dari video editor atau pembuat desain tiga dimensi yang sekarang berkembang memulai usahanya dari dukungan modal yang besar.

Apalagi piranti komputer untuk profesi tersebut bisa dibilang tidak murah. Harganya bisa mencapai puluhan juta jika spesifikasinya benar-benar mumpuni untuk menjalankan aplikasi pengeditan video dan pembuatan desain tiga dimensi.

Bayu sendiri memulai bisnis digitalnya dari kamarnya yang hanya berukuran 2x3 meter. Modal awalnya hanya sebuah komputer dengan spesifikasi minimalis yang dibelikan orang tuanya. Komputer tersebut dia coba maksimalkan untuk mengotak-atik software editing dengan mengedit potongan video tugas kuliahnya.

Ternyata, kala itu banyak teman kuliahnya yang kesulitan untuk mengedit video. Sehingga dia pun membuka peluang dengan menawarkan jasa editing bagi teman-temannya yang membutuhkan. Dimulai dari hal tersebut dia mulai fokus untuk menekuni dunia editing.

Bak gayung bersambut, banyak dari relasi teman kuliah yang membutuhkan jasanya bahkan setelah dia menyelesaikan pendidikannya pada salah satu kampus swasta di Jogjakarta. Sedikit demi sedikit, pundi-pundi rupiah pun berhasil dikumpulkan untuk meng-upgrade komputer.

Dia belajar secara otodidak dengan menyimak video YouTube untuk meningkatkan kemampuan editingnya. Berawal dari hanya menggabungkan potongan-potongan video, hingga kini dia bisa membuat video tiga dimensi yang prosesnya terbilang rumit.

Pria 30 tahun ini mengaku, tekad yang kuat dan rela belajar dengan segala keterbatasan menjadi kunci sukses mengembangkan usaha Shitum Studios. Selain itu, membentuk hubungan yang baik selama masa kuliah juga membantu dirinya untuk mendapatkan penawaran project. “Saya bersyukur dengan banyaknya project yang masuk bisa untuk membangun rumah sendiri di kabupaten Bantul dan mengangkat derajat keluarga,” tandas Bayu. (pra)

 
Editor : Heru Pratomo
#multimedia #video #tukang tambal ban #anak #desain #tiga dimensi #Bayu #ngampilan #project #Editing #Prastowo #editor #Jogja