Mengenal Sahla Maulidatus Saidah, Pendidikan Tak Sekadar Transfer ilmu,Juga Membentuk Karakter dan Kepribadian sejak Dini
Fahmi Fahriza• Senin, 3 Februari 2025 | 15:05 WIB
Photo
JOGJA - Sahla Maulidatus Saidah punya ragam kesibukan, baik yang berkaitan dengan aspek akademik maupun non akademik. Mahasiswi prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini angkatan 2023 UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini, aktif berkegiatan di pondok, berkomunitas, hingga berkompetisi.
Disebutkan, ia kini mondok di Asrama Al Hikmah, Wahid Hasyim. Berbagai kegiatan seperti mengaji Alquran, kitab, dan belajar nahwu shorof secara konsisten dijalankannya.
"Waktu ngaji biasanya setelah subuh sampai pukul 06.00 pagi, dan setelah magrib sampai pukul 21.00 malam," katanya pada Radar Jogja, Minggu (2/2).
Untuk tugas kuliah dan kesibukan organisasinya di luar pondok, Sahla biasanya mengatur waktu di siang hari dan setelah pukul 21.00 malam, sehingga meskipun padat, ia bisa tetap menjalankan semuanya dengan baik.
"kesibukan di luar kuliah dan pondok, saya ikut volunteer, dan organisasi luar kampus. Selain itu, saya juga Brilian Student Ambassador," ungkap perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat ini.
Di sela kesibukannya, Sahla mengaku hobi membuat video. Diakuinya, selain bercita-cita menjadi guru, ia juga tertarik untuk menjadi content creator, utamanya creator di bidang parenting.
"Saya menggabungkan passion dunia pendidikan dan kreatif. Saya buat konten yang memberi manfaat bagi orangtua atau pendidik dalam mendidik anak-anak," lontarnya.
"Dengan cara ini, saya berharap bisa memberi dampak positif melalui video yang saya buat," imbuhnya.
Secara pribadi, Sahla berujar bahwa ia sangat tertarik di dunia pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga bagaimana membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini.
Ia menyadari, di Indonesia masih banyak tantangan dalam dunia pendidikan, seperti akses yang belum merata, kualitas pengajaran yang masih perlu ditingkatkan, serta kurangnya perhatian terhadap pendidikan karakter sejak dini.
"Karena itu, saya mau berkontribusi di bidang ini, baik pengajaran langsung atau dengan cara lain yang bisa berdampak bagi anak-anak," bebernya.
Lebih lanjut, dalam konteks akademik ia juga cukup berprestasi. Beberapa raihannya antara lain adalah, juara dalam Olimpiade Sains saat SMP dan Olimpiade Matematika saat SD. Selain itu, ia juga baru saja memenangkan juara 2 dalam lomba micro teaching tingkat nasional.
Saat dikonfirmasi, dalam setahun ke depan, Sahla punya beberapa target spesifik. Pertama, ia ingin lebih aktif di organisasi dan komunitas, baik untuk pengembangan diri atau wadah untuk berkontribusi lebih banyak.
Di samping itu, ia ingin berfokus meningkatkan skill bahasa Inggrisnya, agar bisa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan lebih kompeten dalam menjalani berbagai kesempatan, termasuk kesempatan magang, student exchange ataupun PPL ke luar negeri.
"Saya juga mau menambah prestasi, baik akademik, organisasi, atau pencapaian pribadi lainnya," tandasnya. (iza)