Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari dan Dalang Musik Truntung Eko Sunyoto, Terinspirasi Relief Candi Borobudur

Naila Nihayah • Selasa, 28 Januari 2025 | 03:20 WIB

 

 

Mengenal Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari dan Dalang Musik Truntung Eko Sunyoto
Mengenal Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari dan Dalang Musik Truntung Eko Sunyoto

MUNGKID - Hidup berdampingan dengan seni membuat siapa pun akan familier. Bahkan terkadang ikut ambil bagian dalam pelestarian seni di wilayahnya. Seperti halnya dengan seniman kondang asal Borobudur bernama Eko Sunyoto. Ia sukses melahirkan karya seni berupa tari yang terinspirasi dari relief Candi Borobudur.

 

 

Usia boleh tua, tapi semangat harus tetap muda. Kalimat itu nampaknya cocok disandang seniman tari asal Borobudur Eko Sunyoto. Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, ia konsisten merepresentasikan relief Candi Borobudur ke dalam berbagai kaya seni tari nan indah dan kaya akan makna.

Perjalanan seninya tidak lepas dari peran kakek dan orang tua Eko yang aktif berkesenian, khususnya di dunia wayang orang. Saking cintanya dengan seni, sang kakek membeli gamelan dan wayang tepat saat kelahiran Eko. Tidak hanya itu, rumahnya juga kerap menjadi tempat untuk berlatih tari.

Sejak saat itu kehidupan Eko dipenuhi dengan alunan gamelan dan kesenian. Lantas saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Eko sudah dikenalkan berbagai kesenian. Khususnya tari dan pedalangan. Ketertarikan Eko terhadap dunia seni semakin membara. Seni seolah mengalir dalam tubuh dan jiwanya.

Ia semakin getol untuk menekuni dunia seni. Singkat cerita, pada 2008 Eko mendirikan Sanggar Kinnara Kinnari yang terletak di Tingal Kulon, Wanurejo, Borobudur. Dia mulai menelusuri jejak sejarah dan relief Candi Pawon. "Di sana (Candi Pawon) ada cerita apa saja. Ternyata relief dekoratifnya Candi Pawon sebelah utara, timur, dan selatan tentang Kinnara Kinnari," bebernya Senin (27/1).

Mengenal Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari dan Dalang Musik Truntung Eko Sunyoto
Mengenal Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari dan Dalang Musik Truntung Eko Sunyoto

Kinnara Kinnari diceritakan sebagai dua manusia setengah burung. Dari bagian perut ke atas berwujud manusia dan perut ke bawah serupa burung. Makhluk tersebut menjaga kalpataru atau pohon kehidupan serta pundi-pundi rezeki. Ia mencoba mendesain sebuah tarian berdasarkan cerita yang diperoleh.

Tari itu dinamai Kinnara Kinnari. Nama itu juga digunakan untuk penamaan sanggar miliknya. Seiring berjalannya waktu, tarian tersebut menjadi karya tari besutan Eko yang paling populer di kalangan masyarakat. Bahkan tari Kinnara Kinnari pernah ditampilkan di Thailand pada event International Culture Exchange Sister Borsang Umbrella Festival di Chiang Mai Tailand pada 2020 silam.

Tak hanya itu, tari tersebut juga pernah menyabet berbagai penghargaan. Di antaranya Parade Tari Kreasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023. Tidak hanya puas dengan satu tari, Eko juga melahirkan berbagai karya tari yang diadaptasi dari relief Candi Borobudur. Seperti tari Kubera, Lalitavistara, Sudhana Manohara, dan masih banyak lagi.

Selama ini, dia melihat narasi maupun cerita tentang Candi Borobudur hanya dilihat dari bangunannya saja. Padahal cerita itu dapat dikemas dengan menarik melalui karya tari. Dengan berbagai upaya, Eko berusaha menyinkronkan antara jalan cerita dan gerakan tari agar sesuai. Termasuk bagaimana menggambarkan laku dan gerak seorang raja.

Kini, sanggar Kinnara Kinnari besutan Eko memiliki sekitar 250 siswa dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Kemudian, dikelompokkan menjadi berbagai kelas sesuai tingkatan usia. Jumlah anak didiknya terus bertambah setiap tahun. Eko tak henti melakukan eksplorasi dan menciptakan berbagai karya tari.

Harapannya, sanggar ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin melestarikan budaya dan mengembangkan potensi diri. "Ke depan, semoga banyak anak-anak muda yang masuk di sini, belajar bareng, dan terus melestarikan budaya Jawa," lontarnya.

Selain menciptakan berbagai tari, Eko juga menjadi dalang sekaligus pelopor musik tradisional truntung. Alat musik itu menjadi salah satu musik tradisional khas lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang. Truntung adalah alat musik membran menyerupai rebana yang dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan sebilah bambu.

Berbagai karya tari dan musik truntung itu, Eko ajarkan kepada anak-anak dengan hati dan penuh semangat. Sehingga kesenian khas Magelang itu tetap berkembang hingga saat ini. "Semangat yang saya usung adalah kemandirian. Sehingga anak-anak lebih berguna ke depannya," tambahnya. (laz)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Candi Pawon #eko #tari #Budaya #Sunyoto #Seni #Sanggar Kinnara Kinnari #relief borobudur