KULON PROGO - Terpilihnya pasangan Agung Setyawan dan Ambar Purwoko pada Pilkada Kulon Progo 2024 merupakan sebuah kejutan. Terlebih sosok Ambar yang merupakan wakil bupati terpilih, bukan merupakan orang asli Bumi Binangun.
Ambar sendiri lahir dari keluarga pedagang. Bisnis keluarganya bergerak di jual beli tembakau dari petani. "Sejak kecil sudah mengenal bisnis, karena selalu ikut membantu orang tua berjualan," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (20/12/2024).
Ambar, selalu membuntuti orang tuanya sejak dari menemui petani. Hingga saat menjual tembakau ke pasar dan pabrik.
Hal ini yang membuat Ambar kecil akrab dengan pertanian. Tak hanya tembakau, keluarganya juga mengolah tanah untuk ditanami komoditas semangka dan cabai.
Beranjak ke masa remaja, Ambar mulai mahir berbisnis. Tak hanya sekadar membantu berjualan tembakau, dia mulai meneruskan bisnis keluarganya. "Sewaktu kuliah mencoba bisnis lain, dari calo hingga bantu-bantu di toko emas," ujarnya.
Meskipun sibuk berkuliah di Jurusan Manajemen UNY, Ambar tetap berusaha menekuni dunia bisnis. Bahkan dia pernah menjadi calo perpanjangan STNK dan pajak kendaraan lain.
Baca Juga: Usai Kalahkan PSIS Semarang, PSS Sleman Berambisi Permalukan Macan Kemayoran di JIS
Berkat keuletannya membangun jaringan, usaha calo justru cukup menguntungkan. Bahkan uang bagi hasil dari pemilik kendaraan dapat ditabung. Namun karena tidak bisa belajar bisnis lain, dia pun meninggalkan dunia percaloan.
Ambar akhirnya memutuskan untuk bekerja di sebuah toko emas. Setiap pulang kuliah, Ambar selalu berjaga di toko emas di daerah Magelang. Pemilik toko yang merupakan orang Tionghoa memberikan pelajaran bisnis banyak untuknya.
"Selama enam tahun di sana sampai lulus kuliah, bertahan lama karena banyak pelajaran bisnis di dapat," ujarnya.
Selama itu pula, dia mulai mengumpulkan modal. Tepat pada 2006, dia pun memulai bisnis properti. Bisnisnya dimulai dari jual beli tanah. Dia pun sempat mendapatkan harga tanah yang murah, dan berhasil dijual dua kali lipat.
"Keuntungan waktu Rp 800 juta, belum (termasuk, Red) bisnis tembakau tahun 2012," ujarnya.
Tak puas dengan bisnis itu, Ambar mulai membangun gurita bisnis miliknya. Dari pertambangan hingga otomotif. Beberapa sektor bisnis yang dicicipinya tentu tak semuanya berhasil. Ambar bahkan sempat menutup showroom mobil dan lebih fokus ke bisnis awalnya.
Hingga kini, Ambar memiliki bisnis di bidang periklanan, event organizer, properti, hingga hasil bumi. Kesuksesannya tak lepas dari prinsip yang selalu dia pegang sejak kecil. Prinsip itu, merupakan wasiat dari almarhum orang tuanya.
"Wani nek bener, ngapuro nak salah, itu prinsip orang tua yang saya tanamkan dalam diri," ujarnya.
Selain itu, menurutnya bisnis harus dilandasi keberanian, keuletan, usaha keras, dan doa. Berbisnis haru berspekulasi dengan pasar, jika tak berani mengambil tindakan bisnis tidak akan berkembang. Keuletan juga diperluka dalam bisnis, misalnya mempelajari peluang pasar.
Kendati telah sukses di dunia bisnis, Ambar tak ingin berpangku tangan. Merasa berutang budi dengan Kulon Progo karena banyak memilki usaha di wilayah ini, Ambar memutuskan berjalan di dunia politik. Dengan harapan dapat memajukan Kulon Progo. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita