MUNTILAN - Sukses membangun bisnis pembuatan tegel dari nol. Sosok Winarno kerap viral For Your Page (FYP) di media sosial Tiktok. Menjadikannya tokoh yang cukup dikenal berbagai kalangan masyarakat.
Bahkan banyak orang menyapa di berbagai kesempatan, sekali waktu kerap pula ada yang meminta foto bersamanya.
Melalui media sosial dan jaringannya, Founder Win Art Solution itu sukses membesarkan usahanya menjadi salah satu produsen tegel terkemuka di Jawa Tengah bahkan seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Winarno juga dikenal sebagai motivator serta pribadi yang peduli dengan masyarakat. Bahkan dirinya aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Hal tersebut tampak pada beberapa postingan akun media sosial miliknya. Pak Win sapaan akrabnya kerap berbagi dengan warga yang ditemui. Baik itu di seputaran tempat pengisian bahan bakar, warung makan atau tempat umum lainya.
Terbaru, saat dirinya memberikan donasi kepada Sunhaji. Sosok viral penjual es teh di pengajian Gus Miftah di Magelang beberapa waktu lalu.
Menurut penuturannya, Winarno hanya ingin berbagi. Melihat kondisi Sunhaji saat itu dirinya merasa prihatin.
"Begitu saya melihat postingan video itu, saya tergerak untuk datang kerumahnya. Sekadar membantu, tidak banyak. Setidaknya cukup," katanya saat ditemui di Showroomnya area Muntilan, Kabupaten Magelang Senin (16/12).
Winarno merupakan orang pertama yang datang memberikan donasi kepada Sunhaji. Bahkan setelah dirinya, banyak publik figur dari kalangan artis hingga pengusaha bergantian menanyakan alamat sang penjual es teh itu melalui Direct Message (DM) di akun pribadi miliknya.
"DM saya sampai penuh saat itu. Banyak orang menanyakan alamat penjual es teh. Ya, saya balas satu persatu," ceritanya.
Win mengaku tahu betul rasanya menjadi orang yang berada di fase terendah. Dirinya pernah merasakan menjadi orang yang kurang berkecukupan. Bahkan sewaktu muda dirinya juga pernah berdagang sayur keliling. Hal itu dilakukan sebelum dirinya berangkat kerja di Jogja saat itu.
"Sebelum berangkat kerja, saya muter dulu jualan sayur pakai kerombong ke tetangga hingga rumah makan," kenang pria yang kerap membawa pouch bag, memakai peci dan sarung itu.
Namun demikian tak sedikit komentar miring dari warganet tentangnya menghiasi kolom komentar akun miliknya. Hal tersebut ditanggapi santai oleh Winarno.
Bahkan ayah dua anak itu kerap mengajak para haters bertemu untuk diajak berdiskusi. Melihat keseharian dan kebiasaannya.
"Saya apa adanya mas, kesehariannya ya begini. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak muda," kata pria kelahiran Dukun, Muntilan itu.
Ia mengaku dalam membuat konten tidak ada settingan ataupun editan ini itu. Murni dilakukan secara spontan. "Tidak ada tim. Ya, sekali waktu minta tolong rekan nyotingke dengan handphone saya," candanya.
Ia berharap dari apa yang telah dilakukan dapat menjadi motivasi bagi banyak orang. Berbagi hal baik dengan ikhlas tanpa pamrih dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Kesuksesan bukan hanya soal keuntungan, tapi juga tentang bagaimana kita dapat memberikan dampak positif bagi orang lain," ungkapnya.
Editor : Bahana.