MAGELANG - Pandemi Covid-19 membuat ruang gerak dan aktivitas menjadi terbatas. Yang semula kerap beraktivitas di luar rumah, kala itu berubah 360 derajat. Tak sedikit usaha yang gulung tikar. Tapi, ada yang berusaha mempertahankannya. Bahkan, ada pula masyarakat yang justru memutar otak agar tetap berdaya di tengah pandemi.
Seperti halnya dengan Ita Sarifah. Dia nekat membuka usaha ecoprint. Semula, dia iseng dan mencoba peruntungan dengan mengikuti pelatihan keterampilan. Dari berbagai pelatihan itu, Ita tertarik untuk membuat ecoprint. Sebab dia menilai, ecoprint merupakan produk yang ramah lingkungan dan bahannya mudah didapat.