PURWOREJO - Rasa penasaran terhadap kabupaten kelahirannya, membuat Agung Pranoto, 51, mengoleksi ratusan barang lawas berbau Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Barang yang dikoleksi adalah dokumen zaman dulu mulai dari foto, kartu pos, hingga, flyer film.
Koleksinya itu tersimpan dengan rapi di rumahnya. Pria kelahiran Purworejo, 8 Mei 1973 itu menyukai hal-hal tentang Purworejo sudah sejak 2000. Tepatnya sejak dia dipindahtugaskan dari Kementerian Transmigrasi Kalimantan Tengah ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.
"Waktu saya pindah ke sini, rasa penasaran dengan kota kelahiran mulai tumbuh," katanya kepada Radar Jogja.
Dia ingin mengetahui Purworejo tempo dulu yang belum tentu di sejarah ada. Selain penasaran, dia juga merasa prihatin karena banyak hal dari Kabupaten Purworejo yang tidak semuanya ada di internet. Sehingga, dia memutuskan untuk menulis di blog yang dia buat dengan situs budayapurworejo.blogspot.com. Berisi tentang budaya, kesenian, sejarah, dan sebagainya. Harapannya, banyak masyarakat yang membaca dan mengetahui lebih dalam tentang Purworejo.
Terkait koleksi barang lawas, dia dapatkan dengan cara membeli dari kolektor melalui internet. Seperti foto Purworejo zaman dulu, undangan, buku, surat pemerintah atau swasta, iklan, nota toko, aneka fyler film (Bioskop Pusaka, Sriwarna, Bagelen), surat nikah, kalender, hingga peta karesidenan Bagelen.
"Semuanya saya dapat dari jual beli lewat Facebook, dan yang jual bukan orang-orang Purworejo. Harganya bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu," bebernya.
Koleksi yang dia simpan, mulai dari dokumen 1930. Sebagian masih terawat dengan baik dan ada yang sudah mulai usang dimakan zaman.
Untuk menjaga koleksi-koleksinya tetap awet, Agung rutin melakukan perawatan secara berkala. "Saya angin-anginkan biar tidak gampang jamur karena lembap,” kata Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekraf, Dinporapar Purworejo itu.
Selain dokumen yang berkaitan tentang Purworejo, dia juga mengoleksi sejumlah uang kuno. Namun, tidak sebanyak koleksi dokumen. Menurutnya, pehobi sepertinya tidak banyak di Purworejo. Hobi barang kuno cukup banyak tetapi spesifik mengoleksi barang tentang Purworejo tidak banyak. "Untuk saat ini pure untuk hobi, saya koleksi. Tidak diperjual-belikan," ungkapnya. (han/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita