Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Legenda Mangut Lele Mbok Marto Berpulang, di Hari-Hari Terakhirnya Masih Mengupas Bawang dan Cabai

Khairul Ma'arif • Kamis, 7 November 2024 | 05:05 WIB
Mangut Lele Mbok Marto, Kuliner Yogyakarta yang Melegenda yang wajib kamu coba.
Mangut Lele Mbok Marto, Kuliner Yogyakarta yang Melegenda yang wajib kamu coba.

 

BANTUL - Legenda mangut lele di Bantul berpulang. Marto Ijoyo atau yang akrab sebagai sebutan pemilik Mangut Lele Mbok Marto meninggal dunia dalam usia 96 tahun kemarin (6/11) sekitar pukul 04.30 di rumahnya, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Mangut Lele Mbok Marto sendiri sudah dikenal di kalangan para pecinta kuliner tanah air. Racikan masakan mangut lelenya sejak 1969 itu tak bisa dilewatkan begitu para pemburu masakan Jawa saat sedang berada di Jogjakarta. 

"Simbok meninggalnya karena sepuh, tiga hari terakhir ngedrop," ujar anak Mbok Marto, Poniman,  kemarin (6/11). Menurutnya, tiga hari terakhir ibunya sudah tidak mau makan hingga tidak mengonsumsi apapun. 

Meski begitu, orang tuanya itu tetap masih bisa berkomunikasi. Pria berusia 54 tahun ini menuturkan, ibunya tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Sekalinya sakit hanya meriang atau masuk angin yang sembuh dengan minum obat yang biasa didapatkan di warung sekitar rumahnya.

"Simbok sudah lima tahun terakhir tidak masak. Semuanya dipasrahkan ke anaknya, tetapi tetap mensuport proses masak mangut lele," tambahnya. Kendati begitu, almarhumah Mbok Marta tetap menanyakan ke Poniman pekerjaan yang dapat dilakukannya.

Menurutnya, tugas ibunya di hari-hari terakhirnya hanya mengupas bawang dan cabai.  Bahkan beberapa jam terakhir menjelang akhir hayatnya sekitar pukul 01.00  masih menanyakan pekerjaan apa yang harus dilakukannya.

"Terus saya lihatin jam masih pukul 1 pagi, istirahat dulu," tuturnya. Mbok Marto tidak dibawa ke rumah sakit lagi ketika akhir hayatnya dan keluarga sudah menerimanya. 

Poniman merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Sudah lima tahun diteruskan anak turunnya, resep Mangut Lele Mbok Marto tidak ada keluhan dari pelanggannya. 

Poniman menceritakan, ibunya menjadi pengusaha kuliner tidak langsung sukses seperti sekarang. "Mulai berjualan 1969 dengan cara digendong dari rumah di Panggungharjo ke Pasar Beringharjo awalnya," bebernya.

Seiring berjalannya waktu, pelangganya bertambah sehingga berjualannya tidak harus berjalan sampai Beringharjo.  Baru pada 1986 mulai berdagang statis dengan berjualan di rumahnya.

Sejumlah tokoh tokoh nasional, mulai pejabat sampai artis pernah mencicipi masakan Mangut Lele Mbok Marto dengan datang di warungnya. Di antaranya Retno Marsudi (mantan menlu), Sri Mulyani (menteri keuangan), Ida Fauziyah (mantan menteri ketenagakerjaan).

Seingatnya, banyak tokoh nasional yang datang tapi tidak terfoto. "Kayanya kalau jabatan strategis di Mabes Polri pernah ke sini. Kalau difoto semua, dindingnya tidak muat," ungkapnya. Mbok Marto dimakamkan di TPU dekat rumahnya atau hanya berjarak beberapa meter saja kemarin siang. 

Poniman mengaku mewakili keluarga besar Mangut Lele Mbok Marto ia meminta maaf atas kesalahan orang tuanya selama ini yang selalu bertemu dengan banyak pelanggan. Menurutnya, usahanya akan tutup selama sepekan ke depan, sehingga tidak melayani pelanggan. (rul/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Mbok Marto #cabai #bawang #Mangut Lele #masakan jawa