SLEMAN - Tidak seperti anggota Kabinet Merah Putih yang langsung kembali ke Jakarta Minggu (27/10) sore usai mengikuti retreat di Akmil Magelang, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu memilih pulang ke rumahnya di Sleman. Ya, ternyata Anggito kemarin (28/10) harus memberi orasi ilmiah di UGM.
Wamenkeu Anggito Abimanyu kembali menginjakkan kaki di Sekolah Vokasi (SV) UGM. Ini dalam rangka Lustrum III sekaligus Puncak Dies Natalis ke-15 SV UGM. Tema yang diangkat "Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Peran Sekolah Vokasi-Pendidikan Vokasi di Indonesia".
Dalam orasinya, pria yang sejak 2022 menjabat sebagai ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM ini mengulas banyak hal. Mulai disrupsi yang terjadi di masyarakat dan perguruan tinggi, hingga pentingnya kontribusi pihak kampus dalam mendukung serangkaian proyek strategis nasional.
Baca Juga: SMA Pangudi Luhur Berhasil Pecah Telur, Kalahkan Mache, Tumbuhkan Kepercayaan Diri Tinggi
Baca Juga: Tiga Penganiaya Santri Krapyak Kembali Dibekuk Polresta Jogja, Dua Pelaku Lain Masih Dikejar
"Pendidikan vokasi, inovasi dan terapan sangat dibutuhkan dalam membantu bidang pangan, energi, investasi dan proyek strategis nasional," katanya di Ballroom Lantai 2, Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM ini.
Anggito menekankan, kurikulum yang digunakan oleh perguruan tinggi, termasuk SV UGM, harus relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk penguasaan teknologi, keterampilan abad ke-21, dan nilai-nilai karakter.
"Pendidikan yang berbasis pada kompetensi akan membantu siswa menghadapi tantangan masa depan. Sekaligus juga memastikan fasilitas pendidikan memadai dan aman. Infrastruktur yang baik juga akan mendukung proses belajar yang efektif," tambahnya.
Dalam praktiknya, Anggito secara aktif akan membantu Menkeu Sri Mulyani. Adapun garis besar tanggungjawabnya meliputi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan membantu Presiden Prabowo Subianto dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Anggito memaparkan, beberapa proyek nasional sudah dan masih akan terus dijalankan. Dalam prosesnya, keterlibatan menkeu hingga wamenkeu juga akan signifikan. Beberapa contohnya adalah proyek penyelamatan sumber daya alam (SDA) dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga sebaran potensi investasi hilirisasi strategis di Indonesia.
Baca Juga: Kalah di Laga Perdana dari Pangudi Luhur, SMA 5 Jogja Tetap Targetkan Lolos Fase Grup
Baca Juga: Dua Pekan Operasi Zebra Progo 2024, di Bantul Mayoritas Pelanggar Terjaring E-TLE Mobile
"Contohnya jalan tol yang akan membuat seluruh Jawa terkoneksi, hingga pengembangan kereta cepat. Sekarang mungkin baru di kawasan pantura, tapi roadmap-nya sudah ada dan proyek-proyek strategis itu akan dilakukan lebih lanjut," tambahnya.
Anggito juga berpesan penting bagi seluruh elemen termasuk perguruan tinggi, agar turut bersinergi dengan visi dan misi dari pemerintah. "Ayo UGM turut bersinergi dengan proyek strategis nasional, tantangan terus berdatangan dan kita semua butuh bersinergi," ajak alumnus FEB UGM ini.
Sementara itu Dekan SV UGM Prof Agus Maryono dalam paparannya menyampaikan, SV UGM berkomitmen terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam rangka menyiapkan SDM unggul untuk Indonesia Emas. Termasuk juga bersinergi dengan pemerintah secara aktif.
"Betul bahwa kita memiliki banyak tantangan, dan sinergi kolaborasi ini harus terus ditingkatkan," ungkapnya.
Agus menyadari betul bahwa sinergitas dan keselarasan antara SV dengan pihak-pihak lain sangat penting, dan hal itu secara berkala juga terus diimplementasikan.
"Salah satu contohnya adalah penyesuaian kurikulum. Kami sesuaikan dengan kebutuhan industri hingga pemerintah. Karena perubahan makin dinamis terjadi, kita harus siap," tandasnya.
Selanjutnya secara pribadi Agus mengapresiasi kehadiran Anggito karena berkenan menyampaikan sebuah orasi ilmiah. Pada kesempatan itu, Agus juga mengonfirmasi bahwa Anggito sudah tidak akan melanjutkan pengabdiannya di SV UGM.
"Pak Anggito sudah memberikan surat pengunduran diri dan sudah kami sampaikan juga ke ke pimpinan universitas. Kami bisa pahami rasionalisasi kesibukannya, dan sekarang kami sedang persiapan mencari kepala departemen baru," tandas Agus. (laz)
Editor : Heru Pratomo