JOGJA - Arifatul Choiri Fauzi jadi satu dari sedikit perempuan yang masuk dalam jajaran Menteri di Kabinet Merah Putih. Arifatul ditunjuk menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Sejak kuliah di UIN Sunan Kalijaga Jogja sudah dikenal luas.
"Dulu saat mahasiswa kami akrab, sering pergi makan bersama, main atau bahkan tidur di kosannya dulu. Bu Arifatul dulu kosannya di Sapen," kata Dosen prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Fatma Amilia, Selasa (22/10). Hal itu spontan diucapkannya saat ditanya Radar Jogja terkait kenangannya bersama Bu Menteri.
Jika menilik latarbelakang yang dimiliki, tidak mengherankan jika ia dipilih sebagai Menteri PPPA. Sebab, ia punya segudang pengalaman berkecimpung secara aktif dalam organisasi maupun gerakan pemberdayaan perempuan.
Baca Juga: Enam Sekolah Lansia di Sleman Gelar Wisuda, 220 Lulusan Diharapkan Bisa Lebih Berdaya
Tercatat, ia adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), lalu juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI). "Saya kuliahnya angkatan 1989, sementara Bu Arifatul angkatan 1988. Beliau di Fakultas Dakwah, saya di Syari'ah," katanya. "Beliau itu kakak tingkat saya, kami saat itu dipertemukan dalam organisasi.”
Fatma menyebut organisasi yang mempertemukan keduanya adalah Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), di mana Arifatul saat itu sebagai ketua dan ia sebagai pengurus. "Ada beberapa organisasi lain yang kami ikuti bersama, termasuk Yayasan Bakti Harkat Indonesia (YBHI)," ungkapnya.
Dari sana, keduanya jadi kian dekat sebagai seorang kawan, Fatma berujar Arifatul adalah sosok yang sangat rendah hati, cekatan, dan punya hubungan personality yang baik dengan semua.
Hingga saat ini, komunikasinya dengan Arifatul saat ini juga masih terjaga baik. Diakuinya, ia dan Arifatul juga banyak sekali tergabung di grup chat yang sama. "Saya tadi baru cek, ternyata kami tergabung di 18 grup WhatsApp bersama, dan komunikasinya juga masih intens," paparnya.
Sebelum resmi ditunjuk sebagai Menteri PPPA, Fatma mengaku juga sempat menghubungi Arifatul untuk konfirmasi. Karena, ia jadi salah satu orang yang diundang ke kediaman Prabowo Subianto beberapa hari sebelum pengumuman resmi kabinet. "Waktu itu saya tanya, kata beliau belum pasti, dan minta didoakan saja karena baru calon. Ternyata benar ditunjuk jadi menteri itu," serunya.
Fatma menilai, penunjukan Arifatul sebagai Menteri PPPA dirasa ideal. Ia juga berharap, Arifatul bisa banyak memberi dampak positif pada ragam permasalahan yang menyangkut perempuan dan anak di Indonesia. "Saya jadi berpikir, setelah beliau jadi Menteri ini bisa tidak ya saya tidur di rumahnya lagi," kelakarnya.
Fatma menuturkan sisi lain yang dimiliki oleh Arifatul. Di mana ia kerap ditunjuk menjadi master of ceremony (MC) dalam berbagai kegiatan."Karena suaranya bagus, dan dia punya kemampuan untuk menarik perhatian audiens juga," urainya. (pra)
Editor : Heru Pratomo