RADAR JOGJA - Sejumlah orang yang punya ikatan kuat dengan Jogja kini masuk Kabinet Merah Putih. Mereka adalah para menteri atau wakil menteri asal Jogja, atau setidaknya pernah lama tinggal di Jogja karena menuntut ilmu di Kota Gedeg ini.
Pratikno jadi salah satu nama yang kembali masuk ke jajaran kabinetnya Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mantan rektor UGM ini sebelumnya menjabat menteri sekretaris negara (mensesneg) di era Joko Widodo selama dua periode.
Kini Pratikno kembali menjabat di Kabinet Merah putih sebagai menteri koordinator (menko) bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK) periode 2024-2029. Ia menggantikan Muhadjir Effendy.
Secara umum, Pratikno memang telah memiliki rekam jejak mentereng, baik dalam konteks akademik maupun pemerintah. Namun ada beberapa hal personal soal Pratikno yang mungkin belum banyak diketahui publik.
Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan UGM sekaligus kolega Pratikno, Dr Abdul Gaffar Karim mengungkapkan hal ini. Sebagai individu, Pratikno memiliki sifat yang hangat dan perhatian.
"Sosok beliau itu warm atau hangat ke orang lain. Kerap memberi perhatian dan sebagai individu sangat helpful," katanya kepada Radar Jogja, kemarin (22/10).
Gaffar menuturkan, ia sudah cukup lama kenal dengan Pratikno.
Apalagi, keduanya juga datang dari departemen yang sama di UGM. "Dia senior saya. Kami kenal cukup lama sejak beliau jadi dosen, lalu jadi dekan, menjadi rektor hingga menteri," ungkapnya.
Diakuinya, kendati sudah memiliki jabatan kelas atas sebagai menteri, Pratikno adalah orang yang sangat cair. Secara sifat diakuinya juga tidak banyak berubah, baik sebelum atau sesudah menjabat.
"Untuk menghubungi beliau itu tidak sulit. Beliau selalu menjaga kedekatan dan relasi dengan semua orang. Kalau kolega butuh, dia juga senantiasa membantu," paparnya.
Misal beliau di Jogja, lanjut Gaffar, ia dan teman-temannya kerap diundang ke rumahnya. "Beliau sajikan durian sampai menawari kopi. Tidak ada ajudan atau protokoler. Santai saja orangnya," tambahnya.
Bahkan Gaffar menyampaikan bahwa sampai saat ini Pratikno juga masih mengampu mata kuliah hingga membimbing skripsi untuk mahasiswa S1 UGM.
"Kami masih pegang kelas bersama di S1. Itu permintaan beliau dari dulu untuk tetap mengajar. Yakni mata kuliah pengantar studi pemerintahan semester 1," ujarnya.
Disebutkan, keinginan Pratikno tetap mengajar mahasiswa itu jadi tanggung jawab yang memang enggan ia lepaskan. Namun untuk saat ini memang hanya bisa mengajar di S1, karena rasionalisasi waktu dan kesibukannya sebagai menteri.
"Beliau masih bimbing skripsi S1 mahasiswa juga. Untuk semester ini belum ketemu waktunya, jadi online. Tapi biasanya hadir ke kelas juga," lontarnya.
Secara personal, Gaffar mengungkapkan bahwa ia masih cukup intens menjalin komunikasi dengan pria asli Bojonegoro, Jawa Timur, itu. Karena alasan jarak, komunikasi yang dijalin lebih banyak bersifat online.
"Kalau ketemu langsung sekitar tiga pekan lalu saat saya ke Jakarta, di kantor beliau," tandasnya. (laz)
Editor : Heru Pratomo