Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aggota Polres Kebumen Ipda Lanjar Pamuji Terkenal Bisa Sembuhkan Patah Tulang, Pasien dari Jogja hingga Cilacap

Muhammad Hafied • Kamis, 17 Oktober 2024 | 15:05 WIB
PELAYANAN MASYARAKAT: Personel Polres Kebumen Ipda Lanjar Pamuji sedang melayani pasien yang mengalami keluhan pada bagian tulang dan sendi.
PELAYANAN MASYARAKAT: Personel Polres Kebumen Ipda Lanjar Pamuji sedang melayani pasien yang mengalami keluhan pada bagian tulang dan sendi.

 

 

KEBUMEN - Hampir setiap hari rumah Inspektur Polisi Dua (Ipda) Lanjar Pamuji tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. Mereka datang bukan untuk minta pertolongan dari sosok seorang polisi, tapi untuk pijat atas keluhan penyakit yang dialami. Ya, itulah di balik rutinitas Ipda Lanjar sebagai personel Polres Kebumen.

Memiliki kemampuan pijat tradisional dianggap menjadi karunia tersendiri bagi Ipda Lanjar. Betapa tidak, selain dapat membantu lewat jalur profesi sebagai polisi, dia juga dapat membantu karena kemampuan mengobati penyakit yang dialami masyarakat.

Ipda Lanjar kini sudah cukup dikenal karena kemampuan di bidang pengobatan patah tulang. Rumahnya di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen kini tak pernah sepi dari pasien. Bahkan mereka yang datang sebagian dari luar daerah. Seperti Cilacap, Brebes, Wonosobo, Purworejo hingga Jogja.

Baca Juga: Pjs Bupati Kebumen Angkat Tangan soal Polemik Dewan tapi APBD 2025 Jadi Taruhannya

Baca Juga: Gelar KHI Jogja Istimewa Cup 2024, Ajang untuk Menjaring Equestrian Muda , Antusiasme Peserta Cukup Tinggi

"Ketika berdinas sebagai seorang polisi saya abdi negara untuk masyarakat, saat memijat saya sebagai warga yang membantu sesama," kata Ipda Lanjar, Rabu (16/10).

Para pasien sengaja datang demi kesembuhan berbagai keluhan mengenai tulang dan sendi. Bahkan, tak sedikit pasien patah tulang yang sedianya harus menjalani operasi di rumah sakit, justru memilih berobat ke Ipda Lanjar.

Dalam sehari, suami dari Riana Faridatun ini setidaknya mampu menangani puluhan pasien yang datang dari berbagai kalangan usia dan kelas sosial. Mereka lebih memilih datang untuk dipijat dan diolesi minyak yang diracik khusus oleh Ipda Lanjar.

Minyak tersebut dibuat dari racikan turun temurun oleh orang tuanya. Fungsinya tidak lain untuk membantu melemaskan dan menyembuhkan jaringan otot yang rusak. "Metode pengobatan saya memang pijat dengan minyak oles ditambah obat herbal," jelasnya.

Ipda Lanjar merupakan sosok polisi yang dikenal sangat sumeh dan ringan tangan kepada masyarakat. Bahkan pria 38 tahun itu mengaku tak ingin mematok tarif pengobatan yang memberatkan masyarakat.

Baca Juga: Kampanyekan Kemandirian Pangan oleh Generasi Muda, DPKP DIJ Gelar Festival Lumbung Mataraman di Lapangan Kenari

Baca Juga: Dukung Pendidikan, BLES Bantu Bata Ringan Blesscon untuk Pembangunan Kongregasi OMI di Sleman

Baca Juga: Temukan Gua dengan Stalagmit dan Stalaknit saat Keruk Tebing untuk JJLS di Saptosari, Gunungkidul

Hanya disesuaikan dengan pengeluaran obat pasien. Sementara untuk pasien balita tidak dipungut biaya alias gratis. "Biaya pengobatan itu hanya sebagai uang pengganti obat dan minyak oles saja," kata Ipda Lanjar.

Ipda Lanjar kini mengemban tugas sebagai Kanit Lantas Pos Lantas Gombong. Meski sudah seorang perwira pertama polisi, namun selepas dinas dia tetap memilih sebagai tukang pijat dan ahli patah tulang.

Lanjar berujar, bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Justru sesuatu yang dianggap kecil seperti mengobati masyarakat termasuk menjadi ruang pengabdian. "Akan lebih baik lagi apabila keilmuan bisa bermanfaat langsung untuk masyarakat," paparnya. (pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #polres #Polisi #Pamuji #Gombong #patah tulang #ipda #cilacap #Jogja #Pijat