Mengenal Mufti Putri Dewi, Mahasiswa UAD yang Miliki Banyak Ketertarikan dan Segudang Prestasi
Fahmi Fahriza• Jumat, 11 Oktober 2024 | 00:50 WIB
Mufti Putri Dewi
RADAR JOGJA - Mufti Putri Dewi Buana punya banyak sekali ketertarikan, menariknya hal tersebut tidak saja jadi ajang untuk mengisi waktu semata. Namun, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2021 ini juga menorehkan banyak prestasi dari sana.
Beberapa prestasi yang diraihnya antara lain, Duta Inspirasi Indonesia Batch 10 2023, Duta Pemuda Kabupaten Kulon Progo 2021, dua kali lolos pendanaan insentif Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Tertulis (PKM GFT) 2023 & 2024, juara harapan 2 KMI Expo Kemendikbudristek Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan 2023, Juara 2 PR Campaign National Artwork Submission Bulan Komunikasi UNY 2023, hingga The 1st Place in the Best Paper of Class 1 Category with the theme: "Future Education" dalam Seminar Internasional UAD 2023.
"Aku juga baru meraih Gold Medal Smart Innovation Competition (SIC) International di University of Technology, Sarawak pada 2024 ini," katanya pada Radar Jogja, Kamis (10/10/2024).
Selain berprestasi dan aktif di banyak kompetisi, Mufti juga aktif berorganisasi. Tercatat, ia ikut dalam organisasi Debating Community (DeCo) UAD sebagai president DeCo, yang berfokus pada pengembangan debat, speech, dan story telling.
Selain itu, ia juga mengikuti Komunitas Remaja Geblek Bersastra (Regas) di Kulon Progo yang berfokus pada sastra Indonesia, Jawa, dan Inggris.
"Saya juga ikut Hima Ilmu Komunikasi tahun 2023/2024 sebagai kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan," ungkap perempuan asal Kulon Progo ini.
Secara pribadi, ia mengaku sangat menyukai bidang literasi, termasuk penulisan hingga publik speaking. Bahkan, ia mencanangkan setelah lulus nanti bisa bekerja di bagian Marketing Communication.
Ia menyadari, saat ini apapun perusahaannya, sangat membutuhkan seorang Marketing Communication dalam mengenalkan brand, menjalin kerjasama, personal branding, dan ide-ide pemasaran yang out of the box di era digital.
"Kalau pengennya, kerjandi perusahaan skincare dan make up, atau di perusahaan otomotif," serunya.
Lebih lanjut, Mufti berujar bahwa ia berambisi untuk melakukan studi lanjut S2 di luar negeri.
"Saya ingin lulus tepat waktu dan lanjut S2 ke luar negeri dengan beasiswa LPDP Pra-Sejahtera," harapnya.
"Beasiswa itu jadi kesempatan besar, saat ini saya juga penerima beasiswa KIP-Kuliah di UAD. Beasiswa itu berkesinambungan dan bisa diteruskan," tandasnya. (iza/eno)