IISMA adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Saya jadi IISMA awardee 2024. Sebelumnya, saya gagal dua kali dalam pendaftaran IISMA, tapi saya tidak menyerah karena saya sangat ingin bersekolah di luar negeri," katanya pada Radar Jogja, Kamis (26/9).
Dengan kegigihan dan kompetensi diri yang terus ditingkatkan, Kinasih akhirnya mendaftar kembali untuk ketiga kalinya, dan di kesempatan tersebut ia berhasil diberi hal yang diinginkan.
"Alhamdulillah ini berkat dukungan dari keluarga, ligkungan dan jurusan arsitektur," serunya.
"Dalam beberapa bulan mendatang, saya akan tinggal di Dresden, Jerman," sambungnya.
Secara pribadi, ia sangat bersemangat untuk menjelajahi arsitektur bersejarah di sana, dan bahkan berencana membuat konten media sosial yang mendokumentasikan pengalaman tersebut.
Di samping itu, ia juga menargetkan untuk terus mengembangkan diri, baik dari segi kepribadian maupun mentalitas.
"Meski saya belum tahu prosesnya secara pasti, saya berjanji pada diri sendiri untuk berani coba hal baru, selama itu positif dan bermanfaat," tutur perempuan kelahiran Cilegon, Banten ini.
Dalam konteks lain, Kinasih mengaku sangat suka pada isu alam dan budaya. Termasuk, sejak kecil ia sangat menyukai sains dan akhirnya tertarik tentang nature.
"Saya sangat tertarik tentang environmental issues and sustainability," ungkap.
Selain itu, ia juga punya rasa penasaran yang besar tentang hewan dan tumbuhan, sehingga ia mempunyai mimpi untuk menyediakan tempat, di mana hewan, tumbuhan dan manusia bisa hidup berdampingan dengan baik dan secara sehat.
"Sebagai warga negara indonesia, saya sangat bangga dengan budaya indonesia yang beragam dan unik," paparnya.
"Bahkan dalam tugas saya sebagai mahasiswi arsitektur, saya selalu menyangkutkan project saya dengan nature dan indonesian culture," tandasnya.
Editor : Bahana.