SLEMAN - Usia senja tak menjadi halangan seseorang untuk terus berkarya. Itulah yang dilakukan Djumanah. Perempuan 77 tahun ini masih aktif menjadi ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Maju di Moyudan, Sleman hingga sekarang.
"Kami menanam berbagai jenis sayuran. Ini barus saja panen. Kami juga menanam tanaman obat seperti suruh merah, jahe, kunyit," jelas Djumanah saat ditemui belum lama ini.
Menurutnya, KWT ini sebenarnya tak sengaja dirikan. Kala itu beberapa perempuan di desanya tengah dikader dalam rangka edukasi penyakit diabetes. Sehingga membuat kebun yang berisi sayuran sebagai sumber makanan sehat.
"Ketika dinas lihat, orang di sini aktif dan kebunnya juga ada, lalu dibuat KWT. Kami juga diberi bantuan," ungkapnya.
Djumanah sendiri mengakui memang tak mudah jadi lansia yang masih beraktivitas. Keperluan ke sana-kemari juga membuatnya khawatir akan kondisinya. Meski begitu, dia yakin ini adalah usaha untuk melawan pikun.
"Saya ingin terus ada kegiatan untuk perempuan lansia. Jadi tidak hanya di rumah dan ngobrol. Kalau di kebun itu seneng," terangnya.
Perempuan dengan empat cucu ini sendiri telah menjadi ketua sejak KWT Sari Maju didirikan. Dari 2015 dia mengaku belum pernah digantikan. "Kalau saya berhenti, anggota itu bilang mau ikutan berhenti juga," ujarnya.
Kondisi ini membuatnya memahami kalau gerakan organisasi tergantung kepada pengurusnya. Termasuk ketua. Oleh sebab itu, dia ingin agar KWT ini bisa terus maju. "Kalau dilihat pendapatan sebenarnya sedikit. Tapi ini juga bertujuan gotong royong," jelasnya.
Djumanah mencontohkan, awal panen timun baby pernah mencapai satu ton. Namun kini hingga panen kesembilan jumlahnya terus menurun hingga 47 kilogram saja. Terlebih, cuaca sangat panas juga merusak buah yang dihasilkan. "Obat dan pupuk sekarang itu mahal," keluhnya.
Dia mengaku tidak hanya aktif dalam KWT. Namun juga PKK, pengajian, hingga program Desa Prima. Pada tahun 2023, dirinya juga mendapatkan penghargaan Duta Lansia Berdedikasi Putri. "Saya tidak ingin membuat program yang tinggi-tinggi. Hal terpenting itu berkegiatan positif," tandasnya. (del/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita