JOGJA - Dwikisworo Setyowireni sangat concern dalam memerangi penyakit Tuberculosis (TBC) pada anak. Itu pula yang selalu dia pesankan kepada suaminya Hasto Wardoyo, saat mengemban amanah sebagai pejabat publik. Khususnya saat menjabat sebagai bupati Kulon Progo periode 2011-2019.
“Untuk menurunkan stunting harus perhatikan TBC. Bahkan untuk pelayanan anak mesti ada mobil foto rontgen keliling untuk deteksi dini TBC,” beber Reni mengulangi pesannya kepada Hasto Jumat (20/9).
Wanita kelahiran 16 Maret 1964 ini juga mengaku sangat gemas jika melihat sampah berserakan. Selama masih menjabat sebagai Ketua PKK Kulon Progo, dia memiliki ukuran keberhasilan sebuah wilayah harus bersih dari sampah. Serta bebas kumuh, dan teratur dalam segala lini kehidupan.
Reni sendiri menempuh pendidikan dokter pertamanya di jurusan kedokteran gigi pada 1981. Kemudian satu tahun berselang memilih untuk pindah ke jurusan kedokteran umum dan lulus pada 1988. Kini, Reni sekarang menjadi dokter spesialis anak di RSKIA Sadewa. Sejak dulu, dia memang memiliki ketertarikan di bidang kedokteran anak, dia pernah menjadi asisten dosen spesialis anak. “Sehingga saya memiliki minat masuk ke spesialis anak,” katanya.
Namun sebelum itu, Reni pernah bertugas di Puskesmas Kutai Kartanegara dari 1990- 1993. Dia pun pernah mendampingi suaminya bertugas di pedalaman Kalimantan Timur.
Lalu di tahun 1994, Reni kemudian masuk sekolah spesialis anak dan lulus pada 1999. Setelah itu masuk sebagai Dosen UGM pada bagian anak di RSUP Dr Sardjito hingga sekarang.
Selain menempuh pendidikan tersebut, Reni juga menyelesaikan sekolah sebagai konsultan bidang perinatologi. Serta yang belum lama ini juga rampung sebagai konsultan bidang paru anak. “Untuk pengalaman lain pernah menjadi ketua PKK Kabupaten Kulon Progo sewaktu suami saya menjadi bupati dari 2011-2019,” tandas Reni. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita