RADAR JOGJA - Usianya memang tak lagi muda. Tapi bukan berarti Sugeng Budiawan hanya berdiam diri. Di usia ke 72 tahun, dia justru masih terus berusaha meski bisnisnya sekarang sudah tertata rapi.
Sosok Sugeng Budiawan memang sudah tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Kebumen. Dia merupakan pengusaha moncer yang berkecimpung di berbagai sektor bisnis. Mulai dari industri otomotif hingga perhotelan. Titik kesuksesan Sugeng bisa dilihat dari berdirinya sebuah hotel megah di Jalan Pemuda, Kebumen. Belum lagi, Sugeng juga menjadi bos diler motor dan mobil yang tersebar di berbagai daerah.
Sugeng menegaskan, kesuksesan tersebut diraih bukan seperti membalikkan telapak tangan. Tapi diraih dengan penuh perjuangan dan waktu lama. Pria asal Kecamatan Karanganyar, Kebumen itu mengaku sudah melalui pahit getir menjalani usaha.
Dia masih ingat betul saat mengawali usaha di usia 15 tahun. Keadaan sulit yang memaksa dirinya harus bangkit dari titik nol. Kala itu setiap hari dia harus bagun pagi untuk belanja berbagai pesanan di Jogja. Setelah barang terkumpul, dia membawa ke Kebumen untuk dijual kembali. "Saya sudah dilatih usaha dari remaja. Jadi dulu ke Jogja pakai kereta. Saya bawa barang jualan mungkin ada tiga becak," ungkapnya, Jumat (6/9/2024).
Bagi Sugeng, teka-teki hidup tidak ada yang pernah tahu. Tugas dia sebagai manusia adalah terus berusaha dan berdoa demi mencapai tujuan mulia. Pegangan hidup inilah yang membuat Sugeng meraih sukses. "Intinya jangan cepat puas, biar usaha dan apapun bisa terus berkembang," jelasnya.
Nama Sugeng kian harum ketika dirinya bersama sejumlah tokoh membentuk satu wadah pergerakan sosial, yakni Sedulur Kebumen. Sejak terbentuk pada 2016, Sugeng ikut menjadi pelopor gerakan sosial melalui program bedah rumah. Per hari ini program tersebut bahkan telah menyasar lebih dari 40 rumah tak layak huni di Kebumen. "Untuk berbagi itu jangan tunggu kaya dulu. Dengan tenaga atau pikiran juga bisa," ungkapnya.
Sugeng dikenal pribadi yang sumeh dan welas asih. Rasa empati yang begitu tinggi membuat suami dari Sri Indrawati ini tak kuasa jika melihat penderitaan orang. Dia pun terkesan tak pilih teman dalam menjalani hidup. Dari kalangan orang pinggiran, sesama pengusaha hingga pejabat semua dia dekati. "Filosofinya semakin banyak teman atau saudara, semakin banyak rezeki," ucapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita