Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkenal Se-Antero Negeri, Siapa Sosok di Balik Restoran Solaria yang Cabangnya Tersebar di 200 Titik dan 31 Provinsi 55 Kota Besar?

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 8 Agustus 2024 | 19:12 WIB
Sosok pendiri Restoran Solaria yang kerap dijumpai di mal-mal Indonesia.
Sosok pendiri Restoran Solaria yang kerap dijumpai di mal-mal Indonesia.

RADAR JOGJA - Jika jalan-jalan pergi ke mall pasti sudah tidak asing dengan tempat makan yang satu ini.

Ya, Solaria adalah salah satu restoran ternama di Indonesia.

Restoran yang dikenal sebagai restoran yang family-friendly, ini memiliki berbagai menu yang variatif dan posrsi yang banyak dan membuat resto ini banyak disukai orang.

Solaria sendiri memiliki branding yang unik, simpel, dan elegan dengan warna ungu dan putih.

Tapi kesuksesan Solaria tentu tidak lepas dari pemilik restoran ini yaitu Aliuyanto.

Profil Aliuyanto

Aliuyanto adalah warga keturunan Tionghoa lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (UGM), ternyata sudah 21 tahun menjalani bisnis kuliner.

Dulunya, Aliuyanto adalah seorang ex-karyawan biasa di kawasan industri Lippo Cikarang Bekasi.

Setelah bekerja selama 5 tahun, rasa jenuh menjadi karyawan pun akhirnya mendorong Aliuyanto untuk memulai langkah menjadi pebisnis.

Karena memiliki tekad dan kemauan yang tinggi serta memiliki konsisten yang kuat, hingga akhirnya pada tahun 1991 dia bisa mendirikan restoran Solaria.

Saat itu Aliuyanto membangun Solaria dengan modal sesuai kebutuhan.

Karena ia memiliki tekada dan kemauan yang kuat, akhirnya Aliuyanto memulai bisnisnya dengan sebuah kedai sederhana dan menyajikan menu makanan sehari-hari.

Gerai Pertama Solaria

Solaria berada di bawah naungan PT Sinar Solaria (Solaria Restoran). Solaria memulai gerai pertamanaya di dekat kawasan industri Lippo Cikarang.

Ketika tahun 1991 restoran pertamanya diluncurkan, Aliuyanto mengakui bahwa bisnisnya tidak berjalan dengan baik.

Butuh waktu beberapa tahun bagi resto Solaria ini untuk dikenal masyarakat.

Tahun demi tahun dijalani dengan perjuangan yang tak mudah,hingga pada tahun 1995, Solaria ini mulai berkembang dengan baik.

Awalnya, ia hanya memiliki 4 karyawan, dan pelanggannya hanya karyawan dari beberapa pabrik yang ada di sekitar kedai.

Lambat laun, kedai kecil milik Aliuyanto justru menjadi fondasi awal bagi perjalanan bisnis Aliuyanto.

Di tahun 1995, akhirnya Solaria mulai dikenal oleh masyarakat. Berselang 3 tahun, Solaria mulai menjamur dan memiliki 10 gerai cabang di Jabodetabek.

Fasilitas bintang lima tapi harga kaki lima. Itulah Konsep yang dijual di restoran Solaria untuk menarik pelanggan. Meski harganya murah tapi pelayanannya juara.

Solaria dan Krisis Moneter

Sayangnya, bencana kemudian melanda resto yang Family-Friendly ini.

Aliuyanto harus menutup 6 gerainya karena terbakar imbas dari kerusuhan sosial di tahun 1998.


Setelah 10 tahun pasca kebakaran tersebut, justru Solaria kian berkembang menjadi 130 gerai yang tersebar di 25 kota.

Baca Juga: UAJY Dorong Inovasi dan Modernisasi Sektor Pertanian, untuk Ciptakan Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan

Dari konsep awal sebagai kedai sederhana, Solaria kemudian berkembang dan memberikan fasilitas dan pelayanan yang lebih baik lagi menjadi resto ternama dengan konsep minimalis dan modern.

Saat ini, Solaria sudah ada 200 restoran di 31 provinsi, dan di 55 kota besar di Indonesia.

Nah..., bagaimana nih, apakah kalian suka juga dengan Solaria, kalau menu favorit kalian apa nih, sob? (Bayu Prambudi Susilo)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pebisnis #krisis moneter #terkenal #Sosok #unik #di balik #negeri #Aliuyanto #tempat makan #solaria #Restoran Solaria #Universitas Gajah Mada #Indonesia