Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Mbah Pri Konsisten Bermain Sepatu Roda sejak Usia 53 Tahun, Terjauh dari Titik Nol Jogja ke Jakarta

Delima Purnamasari • Selasa, 16 Juli 2024 | 13:00 WIB
SEHAT: Supriyanto alias Mbah Pri, 70, saat menjelajahi jalanan Kota Jogja. Tiap hari ia keliling dengan sepatu rodanya.Delima Purnamasari/Radar Jogja
SEHAT: Supriyanto alias Mbah Pri, 70, saat menjelajahi jalanan Kota Jogja. Tiap hari ia keliling dengan sepatu rodanya.Delima Purnamasari/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Tak sulit menemukan Supriyanto. Laki-laki usia 70 tahun yang akrab disapa Mbah Pri ini masih konsisten bermain sepatu roda di jalanan Jogjakarta sejak berumur 53 tahun.

DELIMA PURNAMASARI, Sleman

"Saya terinspirasi dari anak kecil yang sedang latihan. Saya perhatikan terus, lalu gabung,” ujar laki-laki yang masih gesit ini saat ditemui Radar Jogja Senin (15/7).


Dia mengaku memulai latihan pada 2008, menjelang bebas tugasnya di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada 2010. Di perusahaan yang kini menjadi KAI itu, dia bekerja sebagai operator sinyal.


Titik Nol Km Jogja menjadi lokasi latihan favoritnya. “Sudah pensiun, nanti mau ngapain lagi,” tuturnya.


Mbah Pri mengaku tengah berkeliling dari rumahnya di Gamping, Sleman, melalui Jalan Wates kemudian menuju Masjid Suciati di Jalan Gito Gati Sleman. “Hampir setiap hari saya keliling,” ungkapnya.


Dia menilai sepatu roda merupakan olah raga yang cocok bagi kaum lansia. Ketika sudah menguasai, tenaga yang dibutuhkan cenderung lebih sedikit dibanding olah raga lain. "Semua indera juga beraktivitas. Mulai mata hingga telinga, kaki,” tuturnya.


Meski jalanan begitu ramai, Mbah Pri mengaku tidak takut lantaran para pengendara dia nilai menghargai keberadaannya. “Saya belum pernah diklakson atau diteriaki,” ujarnya.


Jarak terjauhnya bermain sepatu roda adalah dari Titik Nol menuju Jakarta ketika Hari Kemerdekaan RI pada 2016 silam. Dia juga mengaku pernah bermain sepatu roda di Singapura. “Di Singapura lebih enak karena enggak banyak kendaraan,” kenangnya.


Meski sering terpeleset hingga luka-luka, dia mengaku tidak kapok. Sepatu roda membuatnya bisa memiliki banyak teman dan dikenal di berbagai media sosial.

Padahal, dia belum pernah mengikuti kompetisi apa pun. "Teman saya bahkan ada yang nyuruh naik haji pakai sepatu roda," kelakarnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#naik haji #titik nol jogja #Bersepatu roda #sepatu roda #jakarta #KAI