RADAR JOGJA - Berkelana antarlokasi dijadikan hobi bagi sebagian orang. Bagi Aris Risdiana Ekasasmita, diantara lokasi traveling yang dikunjungi adalah makam atau kuburan.
Tepatnya masa-masa Madrasah Tsanawiyyah atau SMP, suka berkelena sendirian. Memasuki usia remaja, traveling lebih kepada tujuan bermain. "Kan, enak bisa ada alasan untuk izin ke pengurus supaya bisa keluar pesantren," ucapnya.
Tapi di waktu sekarang, Dosen Program Studi Manajemen Dakwah yang juga Sekretaris Admisi UIN Sunan Kalijaga Jogja itu menyebut, berkelana harus mampu bahagia hati, lahir dan batin.
Bersama dengan sesama penghobi traveling melakukan perjalanan ramai-ramai. "Lokasi yang sering dikunjungi kalau berziarah, ke makam Wotgaleh Berbah sedangkan kalau berwisata alam mulai dari Kaliurang, Parangtritis, sampai Aceh," terangnya.
Dengan hobi ini pihaknya jadi lebih tenang karena bisa mengenal ciptaan Tuhan. Dia berpegang pada pedoman hidup muslim Alquran Surat Al-Mulk Ayat 15. Yang artinya kurang lebih Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. "Kalau berziarah pakai mobil pribadi sedangkan utk berkelana ke alam pastinya angkutan massal," terangnya. (gun/pra)
Editor : Satria Pradika