Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal CEO KSPPS BMT Dana Insani Gunungkidul Kurniawan Fahmi, Perkuat Jaringan dan Relasi, Aset Tembus Ratusan Miliar

Gunawan RaJa • Minggu, 16 Juni 2024 | 15:30 WIB
CEO KSPPS BMT Dana Insani Gunungkidul Kurniawan Fahmi
CEO KSPPS BMT Dana Insani Gunungkidul Kurniawan Fahmi

 

RADAR JOGJA - Perkembangan Koperasi Simpan Pinjam & Pembiayaan Syariah BMT Dana Insani tidak bisa dipisahkan dari sosok Kurniawan Fahmi. Dia menjadi leader dari koperasi yang kini memiliki omzet miliaran rupiah.

Kang Fahmi, sapaan akrabnya, mulai berkecimpung di bisnis keuangan sejak kuliah di UGM pada 1995 silam. Laki0laki kelahiran Bengkulu ini mulai bertemu dengan Komunitas Badko TPA. Dari situ dia banyak belajar mengenai keuangan syariah dan bergabung ke koperasi syariah. 

Setelah kenyang hidup di Sleman, Fahmi mulai melirik Gunungkidul. Kala itu ada lowongan di Universitas Gunungkidul (UGK) pada medio 2001. Selanjutnya dia tinggal di Kota Wonosari.

Fahmi muda sering nongkrong di depan Pasar Argosari Wonosari. “Saya melihat transaksi dari malam sampai pagi itu seperti apa. Gunungkidul ini ada sesuatu buat saya," lontar Fahmi.

Dia pun memberanikan diri mendirikan BMT Dana Insani. Persisnya Mei-Juni 2001, kantor pertama di Proliman Baleharjo, Wonosari res,o dibuka.

"Kantor ukuran kecil 3x5 meter dan hampir satu tahun kita tidak berbadan hukum, karena ingin melihat potensi pasar," jelas Magister Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Modal awalnya, kata Fahmi, hanya Rp 500 ribu. Itu pun modal patungan dan mengandalkan perangkat komputer seadanya. Namun siapa sangka, akhir Desember 2001, BMT Dana Insani memiliki aset Rp 39 juta. Terus berkembang di tahun berikutnya lanjut masuk ke pasar komunitas. "Petama Muhammadiyah, karena saya juga orang Muhammadiyah," ucapnya.

Dia rajin mendekati tokoh-tokoh penting Muhammadiyah. Seperti mendiang Bapak Sukamto, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul kala itu. "Kemudian mengenal, silaturahim ke tokoh Nahdlatul Ulama," jelasnya.

Tokoh-tokoh tersebut masuk dalam anggaran dasar pendirian BMT Dana Insani. Pada 2002, koperasinya sudah memiliki badan hukum, dengan nama 'Koperasi Serba Usaha BMT Dana Insani'.

"2004 kita sempat pindah Kantor di sekitaran Penmas Wonosari," ucapnya.

Pada masa itu, mengalami kesulitan dana karena memang dari awal modal pas-pasan. Dia ambil kerja tambahan di bisnis bidang ilmu informasi teknologi (IT). "Saya masuk bagian pemasaran salah satu vendor besar di Bandung yang melayani LKM (lembaga keuangan mikro) maupun koperasi," bebernya.

Berapapun cuan didapat langsung disimpan di BMT Dana Insani. Memasuki era 2012, BMT Dana Insani sukses membeli tanah di Jalan Tentara Pelajar Wonosari dan mulai membangun gedung. "Kita punya aset Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar," ungkapnya.

Laju terus kemudian mencari mitra yang memiliki wawasan tentang koperasi syariah. Mendapat tawaran pendampingan dari Non Governance Organization (NGO), Fahmi mulai belajar untuk strategi bisnis.

Nasabah pun mulai berkembang. Menyasar petani, nelayan, pegawai, pedagang, hingga perajin. "Saat itu kami memiliki aset Rp 35 miliar. Sekarang di atas Rp 100 miliar," ungkapnya.

Pada 2016, Fahmi berhasil membeli tanah dan bisa membangun gedung baru di Jalan Tentara Pelajar No.53, Tegalmulyo, Kepek, Wonosari. Setelah itu, koperasinya mulai aktif memberikan bantuan kepada masyarakat melalui baitul maal.

Kini, dia pun memiliki kantor cabang di Kapanewon Rongkop, Semanu, Ponjong, Semin, Ngawen, Tepus, Paliyan, Playen, dan Wonosari. "Kami melayani simpul-simpul masyarakat yang ada di perdesaan," terangnya.

Menurut Fahmi, koperasinya tidak hanya berfungsi dalam bentuk simpan pinjam. Tetapi juga punya fungsi sosial. “Seperti beasiswa, bantuan pangan, pemberdayaan," sebutnya.

Dia pun masih memiliki target untuk berkembang bersama. Sehingga misi sosial dan dakwah dapat berjalan dengan baik. "Karena Gunungkidul hampir 46 persen wilayah DIJ. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup besar," ucap kandidat bakal calon wakil bupati Gunungkidul yang mendaftar lewat Partai Golkar ini. (gun/eno)

Editor : Satria Pradika
#Universitas Gunungkidul #UGM #koperasi simpan pinjam #Gunungkidul #bmt