Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakapolres Bantul Kompol Ika Shanti Prihandini Lanjutkan Semangat Perjuangan RA Kartini lewat Jabatannya

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 20 April 2024 | 17:00 WIB

 

Wakapolres Bantul Kompol Ika Shanti Prihandini
Wakapolres Bantul Kompol Ika Shanti Prihandini

RADAR JOGJA - Semangat perjuangan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini turut dilanjutkan oleh Kompol Ika Shanti Prihandini. Diwujudkan melalui jabatannya yang kini diemban sebagai Wakapolres Bantul.

Sebab bagi Ika, saat ini polisi wanita atau polwan diberikan ruang dan peluang yang sama dengan polisi laki-laki. Karena sebelumnya, polwan dibatasi dari segi pekerjaan dan jabatannya. “Kalau sekarang justru kami diberikan peluang yang sama dengan polisi laki-laki untuk bekerja di ruang-ruang jabatan, baik operasional maupun di staf,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (19/4).

Dia sendiri mengembalikan ke masyarakat mengenai stigma dan pandangan masyarakat terhadap polwan. Namun menurutnya, polwan memiliki nilai tambah. Terkadang polwan dilihat dari sisi kewanitaan dan keibuannya. Sehingga masyarakat terkadang lebih menerima ketika perempuan hadir memberikan imbauan atau edukasi dengan sisi humanisnya. “Itu sebetulnya poin positif. Tapi secara visi misi, kami semua saja dengan polisi laki-laki,” ucap Ika.

Perempuan kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur ini bertekad untuk bertugas semaksimal mungkin di posisinya saat ini. Menjabat sebagai wakapolres tak menjadi beban bagi Ika. Hanya saja, ada masyarakat yang memandang jika polisi wanita ketika ditugaskan malam hari pasti tidak maksimal. Dikhawatirkan terjadi kendala atau berkeberatan. Namun Ika menegaskan bahwa setelah dilantik menjadi polisi, pandangan miring masyarakat tersebut dia abaikan. Sebab tugas-tugas tersebut memang sudah menjadi tanggung jawabnya.

“Berperan sebagai ibu dan sebagai wanita karir. Kalau buat saya itu harus berjalan berdampingan,” kata Ika.

Jabatan wakapolres yang kini dia emban menjadi sebuah tantangan untuk membuktikan kinerja polwan juga tidak kalah dengan polisi laki-laki. Biarpun wakapolres adalah wakil yang membantu tugas yang diemban kapolres, namun tidak dipungkiri ada hal-hal yang mungkin menurut pandangan orang berat bagi perempuan. “Namun sebenarnya tidak. Ketika kita melaksanakannya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, itu tidak menjadi halangan,” ujar mantan Kasatresnarkoba Polres Kulon Progo ini.

Kebetulan, Polres Bantul menjadi salah satu polres yang memiliki polwan paling banyak di antara polres lain di DIJ. Ada lebih dari 100 anggota polwan di Polres Bantul. Maka dari itu, ketika Ika menjabat wakapolres, ada sejumlah program yang dicanangkan Polres Bantul berkaitan dengan polwan. Salah satunya program Polwan Presisi Humanis (Paris Manis).

Program itu sebagai upaya preventif dan preemtif dalam menjaga maupun menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Polwan dalam Paris Manis terjun langsung ke masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu mencegah kriminalitas dan gangguan kamtibmas. “Jadi kami selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelas perempuan kelahiran 1986 ini.

Ika berharap, agar polwan jangan sampai melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas. Sebab jika polwan melakukan pelanggaran akan menjadi sorotan dibanding polisi laki-laki yang membuat pelanggaran. “Kemudian kerja ikhlas dan pakai hati. Karena kalau sudah kerja bagus tapi tidak pakai hati, tentu banyak pekerjaan yang menyakiti masyarakat,” ujar ibu dua anak ini.

Menurut Ika, Hari Kartini tidak melulu dirayakan dengan upacara menggunakan pakaian adat. Namun menunjukkan prestasi yang sudah dicapai oleh perempuan pada umumnya, termasuk polisi wanita. “Itu yang lebih penting menurut saya,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Wakapolres Bantul #Kompol Ika Shanti Prihandini #kartini masa kini