RADAR JOGJA - Maju sebagai Caleg DPD RI DIJ, nama Yashinta Sekarwangi Mega lolos menduduki kursi Senayan.
Sebagai politisi muda, tidak membuatnya haus untuk mengejar ambisi dan posisi.
Dengan jabatan baru yang akan diembannya, justru Yashinta memiliki banyak peleuang untuk berkontribusi pada masyarakat.
Khususnya dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik yang lebih baik.
“Seorang politisi memberi kesempatan untuk membuat perubahan signifikan dalam masyarakat melalui visi tentang perubahan sosial, reformasi kebijakan, dan pemberdayaan komunitas yang lebih luas,” katanya kemarin (19/4).
Menurutnya, terjun ke dunia politik justru dapat memperjuangkan isu-isu penting di platform yang lebih besar.
Bahkan lebih jauh, bisa memiliki kedudukan untuk mempengaruhi keputusan yang akan membentuk masa depan.
Dia menginginkan keresahan-keresahan yang dimiliki oleh anak muda menjadi agenda-agenda politik.
Sementara itu, kehadirannya di DPD RI merupakan langkah penting untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Diyakininya, keadilan sosial dan kesetaraan masih perlu untuk berada di garis depan perjuangan.
Oleh karena itu, intervensi dapat dilakukan secara langsung dalam sistem politik untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Yashinta menegaskan, menjadi politikus tidak hanya untuk memenuhi hak dan kebutuhan spesifik gender.
Lebih dari itu, harapannya bisa menjadi role model bagi generasi muda perempuan, menunjukkan bahwa perempuan dapat dan harus memiliki suara dalam pembuatan kebijakan dan kepemimpinan.
Dia mengaku, sosok Kartini merupakan acuan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia.
Termasuk di bidang politik. Menurutnya, RA Kartini dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia yang berjuang untuk emansipasi wanita.
Nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini, seperti kesetaraan gender, keberanian melawan norma sosial yang menindas, dan pentingnya pendidikan, menjadi inspirasi baginya.
Menurutnya, dalam konteks politik, nilai-nilai yang diajarkan RA Kartini masih sangat relevan untuk mendorong representasi perempuan yang lebih besar dalam pemerintahan dan politik.
Lebih dari itu, juga mendorong kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang.
Pada peringatan hari Kartini tahun ini, dia ingin mengajak teman-teman perempuan untuk terus berkarya, belajar, dan berjuang memperjuangkan hak serta mimpinya.
Momentum ini perlu menjadi kesempatan untuk menggaungkan bahwa pendidikan dan emansipasi bagi perempuan adalah sesuatu yang penting.
“Sehingga kami memiliki kekuatan untuk meraih apapun yang diimpikan,” tuturnya.
Yashinta mengungkapkan, perjuangan untuk pendidikan bukan hanya soal meraih gelar. Melainkan memperluas cakrawala pengetahuan dan memperluas akal.
Kemandirian dalam berpikir akan membawa perempuan menjadi lebih berani dan kuat.
“Sejauh ini, saya terus berusaha untuk belajar baik dalam institusi formal maupun non-formal,” tegasnya.
Menempuh pendidikan untuk menjadi semangat tidak hanya diri sendiri.
Namun juga menginspirasi teman-teman perempuan lainnya.
Sebagai perempuan muda, Yashinta tentu memiliki berbagai keresahan.
Di antaranya kesetaraan gender, diskriminasi, dan kekerasan berbasis gender.
Meskipun sudah ada banyak kemajuan, isu kesetaraan gender masih menjadi keresahan utama.
Diskriminasi dan stereotip gender di tempat kerja, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari masih dirasakan. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita