RADAR JOGJA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jogja atau yang dikenal Lapas Wirogunan memiliki sejumlah capaian dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Itu diraih tidak lepas dari kepemimpinan yang dilakukan Soleh Joko Sutopo yang menjadi Kepala Lapas (Kalapas) Wirogunan. Pria berusia 43 tahun itu membawa Lapas Wirogunan meraih sejumlah prestasi selama masa kepemimpinannya.
Tapi siapa yang sangka, kisah suksesnya menjadi seorang Kalapas Wirogunan sangat berbanding terbalik semasa mudanya. Soleh muda sangat ingin sekali menjadi pemain bola. Sejak SMA, dia sudah mengikuti sejumlah tim amatir di Sleman untuk menuju jenjang profesional. Dia pun sudah mewakili DIJ di Popnas. Setelah itu, dia tak lagi melanjutkan cita-citanya.
Sebab pada 2002, Soleh masuk di akademi pemasyarakatan atau dulu dikenal dengan sebutan Poltekip. Lalu pada 2006, dia menjalankan dinas pertamanya. "Jadi ini ke luar dari cita-cita saya. Saya daftar ternyata diterima, yaudah jalannya memang seperti ini," kelakarnya saat ditemui Jumat (5/4).
Namun sebelum itu, Soleh pernah mencoba kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Namun, tidak sampai setengah jalan, hanya satu semester dia memilih ke luar. Alasannya karena selama di Undip dia merasa tidak leluasa bermain bola.
Hingga pada akhirnya dia menyadari, usianya semakin bertambah harus memikirkan masa depannya. Apalagi kuliah di Undip itu baginya sebagai warga desa dari Gunungkidul biayanya dirasa cukup memberatkan perekonomian orang tuanya. Kondisi itu membuat orang tuanya menyarankan untuk sekolah ikatan dinas. Atas dasar itu lah dia mencoba peruntukannya tes di Poltekip.
Sebelum menjadi Kalapas Wirogunan, Soleh sempat menduduki sejumlah jabatan. Seperti Kepala Rutan Kelas IIB Bantul dan Kepala Rutan IIB Wates. Terakhir dia berkantor di Direktorat Jenderala Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Jakarta, sebelum akhirnya menjabat Kalapas Wirogunan.
Selama menjabat Kalapas Wirogunan, Soleh sukses membawa instansinya itu meraih puluhan penghargaan. Di antaranya penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemanpanRB). Penghargaan yang diraih yakni unit penyelenggara pelayanan publik terbaik dalam penyediaan sarana prasarana ramah kaum rentan. Ada juga penghargaan wilayah bebas dari korupsi (WBK) untuk Lapas Wirogunan. Penghargaan diberikan Kementerian Hukum dan Ham pada Desember 2023.
Tidak hanya instansinya, Soleh juga mendapat penghargaan untuk pribadinya sendiri. Penghargaan yang cukup bergengsi di kalangan ASN Ditjen PAS. Dia menempati peringkat empat terbaik se-Indonesia sebagai petugas pemasyarakatan berprestasi. Penghargaan itu juga diberikan oleh Kemenkumham. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika