News Sport Jogja 24 Jam Opini Weekend Visual Report

26 Oktober...Mengenang 13 Tahun Erupsi Merapi, Wafatnya Juru Kunci Merapi Mbah Maridjan

Bahana. • 2023-10-26 21:31:18
petilasan rumah mbah maridjan di lereng Gunung Merapi (Mongabay)
petilasan rumah mbah maridjan di lereng Gunung Merapi (Mongabay)

RADAR JOGJA - Hari ini, Indonesia dan dunia mengenang peristiwa erupsi Merapi yang terjadi tepat 13 tahun lalu,tepatnya pada 26 Oktober tahun 2010.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan kekuatan alam dan ketahanan manusia dalam menghadapi bencana.

Selama satu dekade lebih, daerah yang terdampak telah menunjukkan semangat pulih dan pemulihan yang menginspirasi.

Erupsi Gunung Merapi

Melansir dari voi.id Kamis (26/10) , Gunung Merapi adalah salah satu gunung vulkanik yang masih aktif dengan ketinggian sekitar 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tepat sehari sebelum letusan, pada 25 Oktober 2010, penduduk lereng Gunung Merapi sudah mulai dievakuasi.

Warga dievakuasi untuk menghindari Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa meletus.

Dari data Kronologi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungan (BPPTK) Badan Geologi DI Yogyakarta , Erupsi pertama lalu terjadi pada 26 Oktober tahun 2010 pukul 17.02 WIB.

Terdapat 3 letusan yang menyemburkan material disertai awan panas atau wedhus gembel yang menerpa disejumlah wilayah disekitar beberapa diantarnya Kaliadem,Dusun Kinahrejo,Cangkringan ,Sleman.

Korban Jiwa

Melansir dari dari voi.id Kamis (26/10), akibat peristiwa tersebut 32 orang meninggal termasuk Mbah Maridjan dan wartawan Vivanews.com,Yuniawan Wahyu Nugroho.

Adapun Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi tewas di rumahnya. Sementara itu 30 korban lainnya diemukan di Dusun Kinahrjo,Kelurahan Umbulharjo,Cangkringan ,Sleman.

Lava pijar, dan abu vulkanik yang melumpuhkan kawasan sekitarnya. Ribuan nyawa melayang dan rumah-rumah hancur, meninggalkan ribuan orang tanpa tempat tinggal.

Akibatnya jumlah pengungsi pun meningkat hingga 320.000 jiwa. Peristiwa tersebut juga menyebabkan 291 rumah rusak dan 1 tanggull di Desa Ngepos jebol akibat luapan lahar dingin.

Kini sepeninggal Mbah Maridjan, status kuncn Gunung Merapi digantikan oleh Mbah Asih atau Mas Bekel Anom Suraksosihono yang tak lain adalah anak dari Mbah Maridjan.

Beliau diangkat menjadi juru kunci pada 4 April 2011 oleh Sultan Hamengkubuwono X.

Melanjutkan tugas alm sang ayah, Mabh Asih bertugas untuk menyampaikan status Gunung Merapi kepada masyarakat,termasuk menghimbau agar berhati-hati dalam menjalankan kegiatan.

Seiring berjalannya waktu, Merapi tetap aktif, mengingatkan kita akan potensi bahayanya.

Meskipun demikian, kisah perjalanan pemulihan daerah yang terdampak erupsi Merapi pada tahun 2010 menggambarkan ketangguhan dan semangat manusia dalam menghadapi bencana alam.

Dalam mengenang peristiwa tragis tersebut, kita juga merayakan semangat pulihnya daerah terdampak dan dedikasi mereka untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik.
(Fatimah Rizqi z)

Editor : Bahana.
#wedhus gembel #Gunung Merapi #mbah maridjan