Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 06:14 WIB
ILUSTRASI: Kabar Terbaru Gunung Merapi: Status Siaga, Ancaman Awan Panas Mengintai
ILUSTRASI: Kabar Terbaru Gunung Merapi: Status Siaga, Ancaman Awan Panas Mengintai

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau tinggi pada Kamis dini hari, 5 November 2026. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung berketinggian 2.968 mdpl yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini mencatat sejumlah aktivitas kegempaan dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan intensitas rendah hingga sedang. Petugas pemantau tidak melihat adanya asap dari kawah selama periode pengamatan berlangsung.

Dari sisi cuaca, kondisi langit di sekitar Merapi dilaporkan mendung dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara tercatat berkisar antara 17,9 hingga 20,6 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 100 persen.

Tekanan udara di kawasan gunung berada pada rentang 875,4 hingga 918,3 milibar selama periode tersebut.

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat delapan kali kejadian guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 25 milimeter. Durasi masing-masing guguran bervariasi, mulai dari 62,73 detik hingga 144,44 detik.

Selain guguran, alat pemantau juga merekam satu kali kejadian hembusan dengan amplitudo 21 milimeter. Hembusan ini berlangsung selama 63,43 detik.

Jenis gempa lain yang terekam adalah gempa hybrid atau fase banyak, dengan jumlah mencapai sepuluh kejadian. Amplitudonya berkisar 2 hingga 16 milimeter, dengan durasi antara 11,12 hingga 50,81 detik.

Selisih waktu gelombang S dan P pada gempa hybrid ini tercatat 0,3 hingga 0,5 detik.

Dua kejadian gempa tektonik jauh juga terdeteksi pada periode pengamatan ini. Amplitudonya relatif kecil, yakni 2 hingga 3 milimeter, dengan durasi 65,57 hingga 86,72 detik.

Berdasarkan keseluruhan data tersebut, BPPTKG menetapkan status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III atau Siaga.

Status ini menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung hingga saat ini. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di area-area yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

BPPTKG memetakan dua sektor utama yang perlu diwaspadai masyarakat. Sektor pertama berada di selatan hingga barat daya, mencakup aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sektor kedua berada di arah tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas, BPPTKG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif. Material tersebut diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak gunung.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona-zona potensi bahaya tersebut.

Kewaspadaan ekstra juga diminta terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar puncak maupun lereng Merapi. Hujan deras berpotensi mengangkut material vulkanik yang telah mengendap di sungai-sungai sekitar gunung.

Warga juga diimbau mengantisipasi gangguan yang dapat ditimbulkan oleh abu vulkanik apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi.

BPPTKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi secara berkala.

Apabila ditemukan perubahan signifikan pada data pemantauan, status aktivitas gunung ini akan segera dievaluasi dan diperbarui.

Laporan resmi ini disusun oleh petugas BPPTKG, Suraji dan Yulianto, berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, dan PVMBG.

Masyarakat dapat terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG maupun media sosial PVMBG untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Yogyakarta Gunung Merapi BPPTKG aktivitas vulkanik status siaga