Jaga Warisan Tirai Bambu, Perajin Sleman Perluas Pasar Digital

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:40 WIB
PRODUK KHAS: Pemilik Tirai Bambu Jogja sekaligus Ketua Paguyuban Perajin Tirai Bambu Anam Rapi, Wiwit Budi Wicaksono saat ditemui di kediamannya, kemarin (25/10). Iwan Nurwanto/Radar Jogja
PRODUK KHAS: Pemilik Tirai Bambu Jogja sekaligus Ketua Paguyuban Perajin Tirai Bambu Anam Rapi, Wiwit Budi Wicaksono saat ditemui di kediamannya, kemarin (25/10). Iwan Nurwanto/Radar Jogja

 

SLEMAN – Perajin tirai bambu di Padukuhan Ngrenak Kidul, Sidomoyo, Godean, Sleman, memperluas jangkauan pasar melalui penjualan digital. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha kerajinan yang diwariskan turun-temurun. Salah satunya Tirai Bambu Jogja, yang memanfaatkan media sosial dan lokapasar untuk menjangkau konsumen di luar DIY dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Unik! IKM Sleman Zazmi Leather Sulap Kulit Ikan Pari Jadi Tas, Dompet, hingga Jaket

Pemilik Tirai Bambu Jogja sekaligus Ketua Paguyuban Perajin Tirai Bambu Anam Rapi, Wiwit Budi Wicaksono, mengatakan perajin mengandalkan media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, melalui akun resmi @TiraiBambuJogja untuk memperkenalkan produk. Tirai bambu asal Ngrenak Kidul menyasar pasar DIY dan Jawa Tengah. "Jadi tidak sedikit produk yang dijual hingga luar daerah melalui platform e-commerce," katanya saat ditemui di kediamannya, kemarin (25/10).

Wiwit menjelaskan, usaha yang dikelolanya mulai dirintis sekitar 2015. Usaha ini berangkat dari banyaknya perajin yang menjadikan kerajinan tirai bambu sebagai mata pencaharian turun-temurun. "Dulu awalnya kami mengambil dari teman-teman perajin di sini terus dijual lagi. Lama-kelamaan kami mulai bikin sendiri sekitar tahun 2019 karena banyaknya pesanan," ujarnya.

Dari sisi produksi, Wiwit mampu menghasilkan 50 tirai bambu per bulan. Jika dihitung bersama seluruh anggota Paguyuban Anam Rapi yang berjumlah 20 perajin, produksi dapat meningkat hingga 80 buah, dengan pembagian merata sesuai kemampuan masing-masing perajin.

Wiwit menjelaskan, tirai bambu dijual berdasarkan ukuran meter persegi. Harga produk bervariasi, bergantung pada jenis bahan dan proses finishing yang dipilih konsumen. "Misal untuk kerai biasa mulai dari Rp 25 ribu per meter, sementara jika dengan finishing pernis berkisar antara Rp 45 hingga 75 ribu per meter," jelasnya.

Baca Juga: Perluas Pasar, Konveksi Saestu Berkah asal Godean Sleman Kini Siapkan Produk Massal Bermerek Sendiri

Masyarakat yang ingin melihat produk atau melakukan pemesanan dapat menemukan Tirai Bambu Jogja melalui pencarian Google maupun media sosial dengan kata kunci Tirai Bambu Jogja. Rumah produksinya beralamat di RT 04/RW 21 Padukuhan Ngrenak Kidul, Sidomoyo, Godean. Informasi dapat diperoleh melalui kontak 0856 4348 8938. (inu/wia)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
Sleman bambu Perajin media sosial