Merapi Gugurkan Lava 15 Kali Pagi Ini, Status Tetap Siaga Level III, Warga Diminta Selalu Waspada

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:13 WIB
(AI Image Generator)
(AI Image Generator)

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup dinamis pagi ini. Gunung paling aktif di Indonesia itu masih berada dalam status yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan laporan resmi MAGMA-VAR atau Volcanic Activity Report. Laporan yang dirilis oleh Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Periode pengamatan adalah Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, gunung ini melintasi empat kabupaten. Yakni Sleman di DIY, serta Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah.

Bagaimana kondisi meteorologinya? Cuaca di sekitar puncak terpantau mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang. Arah angin mengarah ke utara dan barat.

Suhu udara tercatat 19,9 hingga 20,4 derajat Celcius. Kelembabannya sangat tinggi, mencapai 95,5 sampai 100 persen. Tekanan udaranya berada di kisaran 872,7 hingga 918,2 mmHg.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut. Tingkat kekabutan masuk kategori 0 hingga III. Artinya kadang terlihat, kadang tertutup total. Asap kawah tidak teramati atau nihil.

Yang paling penting adalah data kegempaan. Ini yang menjadi indikator utama suplai magma. Pada periode enam jam ini, ada beberapa jenis gempa yang terekam.

Pertama adalah gempa guguran. Tercatat sebanyak 15 kali kejadian. Amplitudonya 2 hingga 11 mm. Durasinya cukup panjang, 35,63 sampai 195,17 detik. Ini menandakan material lava masih meluncur dari puncak.

Kedua ada tremor non-harmonik. Tercatat 1 kali. Amplitudonya cukup besar, 19 mm. Durasinya 81,31 detik. Tremor jenis ini sering terkait dengan pergerakan fluida magma.

Ketiga, ada gempa hybrid atau fase banyak. Ini cukup banyak, tercatat 10 kali. Amplitudonya 3 sampai 25 mm. S-P 0,2 hingga 0,9 detik. Durasinya 17,64 sampai 46,58 detik. Gempa hybrid menunjukkan adanya akumulasi tekanan magma.

Keempat, ada gempa vulkanik dangkal. Tercatat 2 kali. Amplitudonya 5 sampai 7 mm. Durasinya 14,44 hingga 22,8 detik. Gempa ini biasanya terjadi di kedalaman dangkal dekat permukaan.

Tidak ada keterangan lain yang menyertai. Namun yang jelas, BPPTKG menegaskan tingkat aktivitas Merapi masih di Level III atau Siaga.

Status Siaga ini bukan status tertinggi, tapi tetap berbahaya. Artinya aktivitas vulkanik masih tinggi. Potensi erupsi masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

Apa rekomendasi dari petugas? BPPTKG merinci potensi bahaya saat ini. Bahayanya berupa guguran lava dan awan panas guguran atau APG.

Untuk sektor selatan-barat daya, potensi bahayanya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Kemudian Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km dari puncak.

Sementara untuk sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.

Petugas menegaskan, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Suplai ini yang bisa memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Jangan beraktivitas di alur sungai yang berhulu di Merapi. Terutama yang telah disebutkan tadi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran. Terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Lahar hujan bisa datang tiba-tiba.

Selain itu, warga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Jika terjadi erupsi, abu bisa mengganggu pernapasan, jarak pandang, dan merusak tanaman.

BPPTKG mengatakan, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Merapi akan segera ditinjau kembali. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi.

Laporan ini disusun oleh Ngadiyo dan Yulianto. Sumber datanya dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi.

Informasi lengkap bisa diakses melalui situs http://magma.esdm.go.id dan media sosial PVMBG di http://linktr.ee/PVMBG.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Merapi Level III Siaga Laporan Aktivitas Merapi PVMBG MAGMA VAR Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta