Pembangunan Jalan Tol Sebabkan Sawah Menyusut, DP3 Sleman Andalkan Modernisasi Pertanian

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:30 WIB
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Luas lahan sawah di Kabupaten Sleman terus menyusut. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat luas sawah pada 2026 tersisa 15.976 hektare, turun dari sekitar 16.100 hektare pada tahun lalu. Di tengah tekanan alih fungsi lahan, pemerintah daerah mengandalkan modernisasi pertanian untuk menjaga produktivitas dan mempertahankan surplus beras.

Sekretaris DP3 Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, pembangunan jalan tol menjadi salah satu faktor yang mengurangi luas lahan pertanian. Dampaknya diperkirakan mencapai 600 hektare. Angka tersebut belum termasuk lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi permukiman baru bagi warga terdampak pembangunan.

"Kami tidak bisa mengejar untuk menambah luas sawah. Tidak mungkin," katanya Minggu (18/10).

Baca Juga: Kemarau Picu Risiko ISPA, Dinkes Sleman Catat Ada 13.313 Kasus hingga September

Menurut Rofiq, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang dapat ditempuh untuk mempertahankan produksi beras di tengah keterbatasan lahan. Salah satu upayanya melalui penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kapanewon Seyegan sebagai daerah percontohan.

Metode tersebut memadukan teknologi, mekanisasi, dan pengelolaan presisi mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Pengaturan jarak tanam yang optimal diterapkan untuk meningkatkan populasi tanaman. Dengan metode ini, produktivitas disebut mampu mencapai lebih dari sembilan ton gabah kering panen per hektare.

Selain modernisasi, DP3 Sleman mendorong petani menggunakan varietas padi berumur genjah serta tahan hama dan kekeringan. Langkah ini diharapkan membantu menjaga hasil panen di tengah keterbatasan lahan dan tantangan cuaca.

Baca Juga: Barcelona Samai Rekor Start Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga, Hansi Flick Puji Lamine Yamal

"Kami turut mendorong petani untuk menggunakan varitas genjah. Kemudian varitas tahan hama dan tahan kekeringan," imbuhnya.

DP3 Sleman juga menyusun peta ketahanan dan kerentanan pangan untuk memetakan kondisi di setiap kapanewon. Pemetaan tersebut mencakup aspek ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Data ini digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi wilayah rentan dan memfokuskan alokasi sumber daya sesuai kebutuhan.

Upaya peningkatan produktivitas tersebut sejalan dengan kenaikan rata-rata hasil panen padi di Sleman. Produktivitas yang sebelumnya 6,05 ton per hektare meningkat menjadi 6,3 ton per hektare pada tahun ini.

Sementara itu, produksi padi Sleman disebut masih relatif stabil, berkisar 190.000 hingga 200.000 ton setara beras per tahun. Angka tersebut masih mencatat surplus sekitar 70.000 ton dibandingkan konsumsi tahunan.

Meski demikian, penyusutan lahan sawah tetap menjadi tantangan bagi keberlanjutan pertanian Sleman. Modernisasi dan peningkatan produktivitas menjadi tumpuan untuk menjaga produksi pangan ketika perluasan lahan semakin sulit dilakukan. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
modernisasi pertanian DP3 Sleman jalan tol sawah Kabupaten Sleman