Guguran Lava Meluncur 1,5 Kilometer ke Kali Krasak, Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi Siang Ini

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:55 WIB
ILUSTRASI: Kondisi Terkini Gunung Merapi 16 Oktober 2026: Lava Meluncur ke Barat Daya
ILUSTRASI: Kondisi Terkini Gunung Merapi 16 Oktober 2026: Lava Meluncur ke Barat Daya

 SLEMAN - Aktivitas perut Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada Jumat (16/10/2026) siang, puncaknya kembali memperlihatkan geliat berupa luncuran lava pijar.

​Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, luncuran terjadi ke arah barat daya. Material panas tersebut mengalir mengular menuju alur Kali Krasak.

​Petugas mencatat jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 1.500 meter. Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa ancaman bahaya di lereng Merapi masih terus mengintai.

​Secara visual, puncak gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini sempat terlihat cukup jelas. Meski sesekali diselimuti kabut tipis, hembusan asap kawah utama teramati nihil.

​Namun, di balik ketenangan kawahnya, denyut kegempaan di dalam tubuh gunung justru terasa sangat dinamis. Alat perekam seismik mencatat puluhan kali getaran sepanjang enam jam pengamatan.

​Petugas BPPTKG mencatat sebanyak 25 kali gempa guguran terjadi pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Amplitudo getaran berkisar antara 2 hingga 26 milimeter.

​Selain guguran, terekam pula delapan kali gempa fase banyak atau hybrid. Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan serta pergerakan fluida magma yang terus mendorong ke permukaan kawah.

​Dua kali gempa vulkanik dangkal dan satu gempa tektonik jauh turut melengkapi catatan kegempaan siang ini. Kondisi ini mempertegas bahwa suplai magma segar dari perut bumi belum sepenuhnya terhenti.

​Tingkat aktivitas Gunung Merapi pun hingga saat ini masih dipertahankan pada Level III atau Siaga. Petugas pengamat terus mewanti-wanti masyarakat agar tidak meremehkan potensi bahaya yang ada.

​Zona bahaya utama berada di sektor selatan hingga barat daya. Alur Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng menjadi area yang wajib dihindari dengan radius hingga tujuh kilometer.

​Sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol juga tetap memiliki risiko sapuan material vulkanik. Jika letusan eksplosif mendadak terjadi, lontaran material bisa menjangkau radius tiga kilometer.

​Mumpung ancaman lahar dingin dan awan panas guguran masih membayangi, warga di lereng gunung diminta tetap tenang. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan, terlebih jika hujan mulai mengguyur kawasan puncak.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Gunung Merapi BPPTKG status siaga merapi guguran lava kali krasak