Update Merapi Terkini, BPPTKG Catat 3 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Boyong

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:28 WIB
ILUSTRASI: Gunung Merapi Hari Ini 16 Oktober 2026: Status Siaga, Lava Pijar Capai 2,5 Km.
ILUSTRASI: Gunung Merapi Hari Ini 16 Oktober 2026: Status Siaga, Lava Pijar Capai 2,5 Km.

 SLEMAN - Pagi yang tenang di kawasan puncak Gunung Merapi menyisakan keheningan yang sarat ketegangan. Aktivitas vulkanik sang gunung megah ini kembali menunjukkan pergerakan nyata yang membawa pesan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitarnya.

​Berdasarkan laporan resmi BPPTKG pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, status Gunung Merapi masih kokoh bertahan pada Level III atau Siaga. Ancaman guguran lava pijar maupun awan panas guguran tetap membayangi kawasan lereng.

​Dalam kurun waktu pengamatan selama enam jam sejak tengah malam, tim ahli mencatat terjadi tiga kali guguran lava. Lelehan batu membara tersebut meluncur deras menelusuri alur Kali Boyong dengan jarak sejauh 2.500 meter.

​Dari segi visual, gunung yang membentang di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini terlihat sangat jelas. Asap kawah berwarna putih tipis teramati membumbung lemah setinggi 100 meter di atas puncak kawah.

​Suasana langit cerah dan angin tenang ke arah barat melingkupi kawasan pegunungan. Suhu udara tercatat cukup sejuk di angka 19,1 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 52,9 persen.

​Namun, di balik ketenangannya yang nampak dari luar, perut Merapi sesungguhnya masih bergejolak hebat. Perekam kegempaan mendeteksi 13 kali gempa guguran dengan amplitudo bervariasi serta durasi hingga 163 detik.

​Selain gempa guguran, terdeteksi pula 21 kali gempa fase banyak atau hibrid dalam periode yang sama. Catatan kegempaan ini mengindikasikan bahwa suplai magma segar dari dalam perut bumi masih berlangsung secara konsisten.

​Merespons dinamika vulkanik yang masih tinggi, BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di dalam daerah potensi bahaya. Sektor selatan hingga barat daya menjadi area paling krusial yang wajib diwaspadai.

​Aliran Sungai Boyong berpotensi terancam hingga radius lima kilometer dari puncak kawah. Sementara alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki jarak bahaya yang lebih jauh, yaitu mencapai maksimal tujuh kilometer.

​Pada sektor tenggara, ancaman bahaya mengintai alur Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material pijar bahkan sanggup menjangkau radius tiga kilometer.

​Selain ancaman awan panas, masyarakat di seputar lereng juga diimbau selalu mewaspadai bahaya lahar hujan. Potensi banjir lahar dingin ini dapat terjadi sewaktu-waktu apabila hujan deras mengguyur area puncak Merapi.

​Warga di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diharapkan tetap tenang namun senantiasa waspada. Mematuhi seluruh arahan petugas dan mengantisipasi paparan abu vulkanik menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Berita Merapi Hari Ini Gunung Merapi BPPTKG Erupsi Merapi Kali Boyong