Menjaga Kesehatan Mental, Lima Ribu Peserta Ikuti Meditasi Pemulihan Batin

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:15 WIB
NGENA DI HATI: Para peserta sedang melakukan sesi pemulihan batin di GSP UGM yang dipandu Bunda Arsaningsih. Meditasi sebagai solusi mengatasi kesehatan mental. Dokumentasi YCCK
NGENA DI HATI: Para peserta sedang melakukan sesi pemulihan batin di GSP UGM yang dipandu Bunda Arsaningsih. Meditasi sebagai solusi mengatasi kesehatan mental. Dokumentasi YCCK

JOGJA - Sebanyak 5.000 peserta mengikuti pemulihan batin digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) melalui kegiatan Tata Hati Indonesia di GSP UGM, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu menjaga lesehatan mental melalui pendekatan meditasi yang dipandu Bunda Arsaningsih. 

Pendiri YCCK dan Spirit of Universal Life (SOUL) Bunda Arsaningsih mengatakan, diskusi tentang kesehatan mental telah banyak dilakukan di berbagai tempat. Akan tetapi, masih sedikit yang menawarkan solusi untuk mengatasinya. 

"Karena itu, kami menghadirkan pendekatan meditatif sebagai tawaran solusi," katanya, Sabtu (10/10/2026). 

Baca Juga: Musim Hujan di Jogjakarta Mundur Satu Bulan, BMKG Imbau Warga Waspadai Kekeringan

Sekitar 5.000 peserta di GSP UGM maupun melalui zoom mengikuti meditasi tanpa dipungut biaya. Terdiri dari 3.000 peserta luring dan 2.000 peserta daring. Mereka berasal lebih dari 30 provinsi, di antaranya Aceh, Papua, NTT, Maluku, Kalimantan, serta dari 13 negara. 

"Dengan melalui daring, warga di daerah yang jauh dari Jogja tetap bisa mengikuti sesi yang sama tanpa biaya perjalanan," ujarnya. 

Pemungutan biaya tidak dilakukan karena kegiatan ini bertujuan sebagai pelayanan. Dia menyadari, ternyata orang-orang di luar sana antusias mengikuti pemulihan batin ini.

Artinya dengan banyaknya peserta disetiap acara yang diselenggarakan, tidak sedikit yang sadar akan pentingnya kesehatan mental dan pemulihan batin pada diri sendiri. 

Baca Juga: Bekas Taylor Street Terban Kini Berhias Mural: Dulu Penuh Lapak Liar, Sekarang Lebih Estetik

"Metode yang diajarkan juga tidak menuntut biaya atau perlengkapan khusus, sehingga bisa dilanjutkan peserta di rumah masing-masing," tuturnya. 

Menurutnya, meditasi dipandang sebagai proses yang penting bagi semua orang. Terutama jika seseorang sedang mencari solusi persoalannya. "Proses ini dikenal dengan menenangkan hati dan mengoreksi batin," jelasnya. 

Melalui meditasi SOUL Reflections peserta diajak menggunakan energi atau daya batin untuk mengenali diri. Pengenalan diri dijalani melalui kesadaran, ingatan, menerima dan waspada. Dengan hati yang bersih, peserta diajak selalu ingat dan melibatkan kekuatan Tuhan, apapun agamanya. 

Baca Juga: Striker Arsenal Alessia Russo Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Inggris Tahun 2026

"Proses ini disebut ngolah roso atau mengolah rasa," terangnya. 

Dia menilai pembelajaran menata batin sebaiknya bisa diakses lebih banyak orang. Sejak adanya kelas yang diawali 2025 lalu, dia berkomitmen memperluas jangkauan mengenalkan kelas pemulihan batin tidak hanya di Indonesia, namun di luar negeri. Tujuannya agar dapat membantu memulihkan kesehatan mental banyak orang. 

"Tata hati telah digelar di Paris, Italia, Melbourne, dan negara lainnya," tambahnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
pemulihan batin ycck Bunda Arsaningsih gsp ugm kesehatan mental