Merapi Sore Ini Tertutup Kabut, 41 Kali Gempa Terjadi Status Tetap Siaga

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:38 WIB
ILUSTRASI: ​Aktivitas Gunung Merapi Oktober 2026: Status Siaga dan Peringatan Bahaya Terkini
ILUSTRASI: ​Aktivitas Gunung Merapi Oktober 2026: Status Siaga dan Peringatan Bahaya Terkini

 SLEMAN - Sore yang berawan menyelimuti Gunung Merapi pada Minggu, 11 Oktober 2026. Meski puncak tertutup kabut tebal, aktivitas dari dalam perut gunung tetap berdenyut aktif. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat puluhan kali gempa terjadi hanya dalam kurun waktu enam jam, dari pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Laporan yang disusun oleh Erwin Widyon dan Yulianto ini menggambarkan kondisi meteorologi yang cukup lembap. Cuaca terpantau berawan, angin bertiup tenang ke arah timur, dengan suhu udara berkisar 20,1 hingga 23 derajat Celcius. Kelembaban udara cukup tinggi, mencapai 92,3 persen, dengan tekanan udara 873,7 hingga 917,2 mmHg.

Secara visual, Merapi tidak menampakkan diri secara jelas sore ini. Gunung tertutup kabut 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati atau nihil. Kondisi ini cukup sering terjadi saat kelembaban tinggi dan peralihan cuaca. Namun, ketidaknampakan visual bukan berarti aktivitas mereda, karena alat seismik merekam semuanya dengan jujur.

Dan benar saja, kegempaan sore ini masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 19 milimeter dan durasi terpanjang hampir 159 detik. Gempa guguran ini menjadi tanda bahwa material di kubah lava masih terus bergerak dan jatuh, meski tidak terlihat oleh mata.

Baca Juga: Telkomsel Perkuat 296 BTS 4G dan 5G untuk Dukung MotoGP Mandalika 2026

Yang menarik, gempa Hybrid atau Fase Banyak masih mendominasi. Sebanyak 22 kali gempa hybrid tercatat dengan amplitudo 2-32 mm. Jumlah ini menunjukkan bahwa suplai magma dari dapur magma di kedalaman masih terus berupaya naik ke permukaan. Proses ini adalah bagian alami dari dinamika Merapi yang sedang membangun kembali kubahnya.

Selain itu, terekam pula 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 mm dan durasi 16 detik. Gempa jenis ini menandakan adanya pergerakan fluida atau rekahan batuan dangkal di dekat puncak. Meski hanya satu kali, kehadirannya tetap menjadi perhatian bagi para petugas pemantau di BPPTKG Yogyakarta.

Jika ditotal, ada 41 kejadian gempa vulkanik hanya dalam 6 jam sore ini. Angka yang tidak sedikit dan mengindikasikan bahwa Merapi masih dalam kondisi siaga penuh. Oleh karena itu, BPPTKG dengan tegas mempertahankan Tingkat Aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Status Siaga ini bukan untuk membuat panik, melainkan untuk menjaga jarak aman. Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Kewaspadaan adalah kunci utama hidup di lereng gunung teraktif ini.

Adapun potensi bahaya saat ini masih terfokus pada dua sektor utama. Di sektor selatan-barat daya, ancaman guguran lava dan awan panas meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Jalur-jalur sungai ini menjadi lintasan utama jika awan panas meluncur.

Baca Juga: Motor Pembawa Keranda Curi Perhatian di Kustomfest 2026 Yogyakarta

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Tidak hanya awan panas, lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif juga diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Radius ini mutlak harus steril dari aktivitas manusia.

BPPTKG kembali mengimbau dengan penuh kasih agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya. Baik itu untuk beraktivitas sehari-hari, berburu foto, maupun aktivitas penambangan. Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.

Selain itu, antisipasi terhadap gangguan abu vulkanik juga perlu dilakukan. Jika terjadi hujan abu, gunakan masker dan lindungi sumber air bersih. Jika ada perubahan aktivitas yang signifikan, BPPTKG akan segera meninjau kembali tingkat aktivitas dan menyampaikannya melalui kanal resmi KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Aktivitas Merapi Sore Ini MAGMA-VAR merapi siaga Gunung Merapi BPPTKG