Bukan Sekadar Batik, Gebyar Sleman 2026 Buka Ruang bagi Generasi Muda Kenal Produk Lokal

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Produk batik karya IKM Sleman dalam rangkaian Gebyar Batik Sleman 2026.
Produk batik karya IKM Sleman dalam rangkaian Gebyar Batik Sleman 2026.

 RADAR JOGJA – Batik tidak hanya soal kain bermotif yang dikenakan saat acara resmi. Di tengah perubahan tren fashion dan gaya hidup, karya perajin lokal juga dituntut tetap memiliki ruang untuk dikenal, digunakan, dan dipasarkan kepada generasi baru.

Semangat tersebut hadir melalui Gebyar Batik Sleman 2026 yang digelar sepanjang Oktober. Kegiatan yang melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus mendorong pemasaran produk batik dari industri kecil dan menengah (IKM) setempat.

Salah satu rangkaiannya adalah Bazar Batik yang berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di Grha Kriya Dekranasda Sleman. Sebanyak 20 IKM batik ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran puluhan pelaku IKM itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung beragam produk batik yang dihasilkan perajin Sleman. Bagi pelaku usaha, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang transaksi secara langsung dengan konsumen.

Tak berhenti pada bazar, Gebyar Batik Sleman 2026 juga menghadirkan program Banjir Diskon. Program tersebut berlangsung 2–31 Oktober dengan potongan harga produk IKM yang dapat mencapai 50 persen.

Program diskon ini menjadi salah satu cara untuk menarik masyarakat agar lebih dekat dengan produk kerajinan lokal. Harga yang lebih terjangkau juga dapat menjadi kesempatan bagi konsumen untuk mengenal produk batik Sleman tanpa harus menunggu momentum tertentu.

Bagi generasi muda, rangkaian tersebut bisa menjadi pintu untuk melihat batik dari sudut pandang yang lebih luas. Batik tidak selalu harus identik dengan pakaian formal atau acara seremonial. Perkembangan dunia fashion dan industri kreatif membuat batik dapat hadir dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan masyarakat.

Upaya memperluas ruang bagi produk lokal juga dilanjutkan melalui agenda Sleman Halal Fashion & Craft yang dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Atrium Jogja City Mall. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian promosi produk fashion serta craft dari Sleman.

Selain promosi, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian pada kesiapan pelaku IKM dalam memenuhi kebutuhan sertifikasi halal untuk kategori produk yang masuk dalam ketentuan wajib sertifikasi.

Gebyar Batik Sleman 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia. Kegiatan tersebut sekaligus masuk dalam agenda Sleman Creative Week 2026.

Bagi pelaku IKM, kegiatan seperti ini bukan sekadar menghadirkan produk di ruang pamer. Ada kesempatan untuk memperluas pasar, memperkenalkan karya kepada konsumen baru, sekaligus menjaga agar produk lokal tetap bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Sementara bagi masyarakat, khususnya generasi muda, keberadaan kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk mengenal batik lebih dekat. Dukungan terhadap perajin tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Memilih, menggunakan, hingga membeli produk lokal juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan karya budaya.

Melalui bazar, program diskon, serta agenda fashion dan craft, Gebyar Batik Sleman 2026 membawa batik lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk lokal yang terus memiliki ruang untuk berkembang di tengah perubahan zaman.

(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber: ANTARA News Yogyakarta dan informasi kegiatan Pemkab Sleman/Dekranasda Sleman.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
bukan sekadar Gebyar Batik Sleman generasi muda Batik