SLEMAN – Penyebab utama kebakaran di Trans Home Jalan Jogja-Solo Km 11 Mangunan, Kalitirto, Berbah belum diketahui. Polresta Sleman masih melakukan penanganan dan penyelidikan hingga saat ini. Namun, kerugian akibat kebakaran ini mencapai sekitar Rp 20 miliar.
"Untuk proses dan penyebab kejadian saat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan kepolisian," kata Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Sementara soal jumlah kerugian, berdasarkan laporan awal yang diterima Polsek Berbah mencapai sekitar Rp 20 miliar. Nilai tersebut merupakan kerugian yang dilaporkan sehingga masih bersifat sementara dan belum merupakan hasil penghitungan resmi secara keseluruhan.
"Untuk kepastian nilai kerugian nantinya perlu dilakukan pendataan dan penghitungan lebih lanjut oleh pihak terkait," ujarnya.
Baca Juga: Optimistis 11 Juta Kunjungan Tercapai Tahun Ini, Dispar: WJNC 2026 Ditarget Raup 60 Ribu Wisatawan
Kendati penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama kebakaran masih berjalan, pihaknya memastikan bahwa supermarket bahan bangunan dan elektronik di Yogyakarta itu sudah berstatus hijau sejak Minggu (4/10/2026). Artinya, bara maupun titik api di tempat kejadian perkara (TKP) sudah tidak ditemukan.
Sebelumnya, penyelidikan ini berjalan setelah pihak Trans Home membuat laporan terkait kejadian kebakaran. Laporan diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Berbah, Polresta Sleman Kamis (1/10/2026) lalu. Laporan yang tercatat dalam administrasi kepolisian adalah laporan gangguan dengan jenis gangguan kebakaran.
Bukan laporan polisi (LP) terkait tindak pidana. Laporan tersebut dibuat untuk mencatat kejadian kebakaran, penanganan di TKP, serta tindakan kepolisian yang telah dilakukan.
Sementara itu, Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho menjelaskan, olah TKP awal telah dilakukan sejak Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Van Gastel Tak Ingin Identitas PSIM Jogja Hilang di Tengah Persaingan Sengit Super League
Tepatnya dilakukan di luar bangunan karena api diduga pertama kali muncul dari lokasi tersebut. Hanya, sampai dengan saat ini masih terus dilakukan pengumpulan barang bukti dan menunggu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang untuk ikut melakukan pendalaman.
"Olah TKP awal ini di selatan jadi di belakang bangunan," ujarnya.
Titik ini dipilih karena didasarkan pada barang bukti video yang tersebar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat ada api kecil yang kemudian membesar di salah satu teras di bagian selatan gedung. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita