SLEMAN - Pemkab Sleman menyiapkan santunan kematian bagi dua korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran Trans Home, yang terjadi pada Kamis (1/10/2026). Masing-masing keluarga korban diproyeksikan menerima santunan sebesar Rp10 juta.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro mengatakan, bantuan itu merupakan bagian dari penanganan pemerintah terhadap keluarga korban. Selain santunan dari Pemkab Sleman melalui BPBD, Dinsos juga akan mengusulkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Kemudian dari Pemkab Sleman, dalam hal ini pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, insya Allah nanti akan ada santunan kematian untuk korban bencana. Besarnya Rp 10 juta per korban," kata Wawan saat ditemui di rumah duka salah satu korban di Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Bu Dukuh Rencana Mau Pulang Awal dari Trans Home karena Ada Acara Tahlilan Mertuanya di Rumah
Wawan menuturkan, Dinsos Sleman juga membantu pembiayaan pemulasaraan dua jenazah korban yang berada di RS Bhayangkara Polda DIY. Selain itu, apabila ditemukan korban lain yang membutuhkan penanganan medis, Dinsos menyatakan siap membantu biaya pengobatan.
"Untuk biaya pemulasaraan, perawatan jenazah keduanya juga kami dari Dinas Sosial membantu. Kalau memang ada korban lain, kami juga siap membantu, menanggung biaya pengobatan," ujarnya.
Hingga Jumat (2/10), Wawan menyebut berdasarkan konfirmasi yang dilakukan ke berbagai pihak, dua korban menjadi korban meninggal dalam kebakaran Trans Home. Sementara karyawan lainnya telah diketahui berada dalam kondisi selamat.
"Sementara ini korban dua. Yang lain berdasarkan konfirmasi kemarin dan tadi semua karyawan itu sudah dalam kondisi selamat di bawah. Jadi korban ini insya Allah hanya dua ini sampai dengan saat ini," kata Wawan.
Baca Juga: Proses Pendinginan Kebakaran Trans Home Terus Berlangsung, Perkiraan Kerugian Capai Puluhan Miliar
Dua korban meninggal dalam kebakaran Trans Home diketahui merupakan karyawan perempuan, yakni Wiken Novalia Davin, warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, dan Sulistyani, warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan. Keduanya ditemukan petugas di sekitar akses tangga lantai tiga dan kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY.
Selain mendatangi rumah duka, Dinsos Sleman sebelumnya turut mendukung penanganan di lokasi kebakaran dengan memberikan dukungan logistik kepada relawan. Wawan mengatakan kunjungan ke rumah keluarga korban dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemkab Sleman sekaligus menyampaikan tanda duka.
"Kemarin Pak Bupati sudah memimpin kita semua untuk takziah, mengucapkan belasungkawa juga. Lalu kami berbagi tugas dengan instansi yang lain. Dari Dinas Sosial juga support logistik untuk relawan. Hari ini kami bersilaturahmi kepada keluarga, menyampaikan sedikit tanda duka dari Dinas Sosial," jelasnya.
Baca Juga: Ucapan “Pendekar Bento” Berujung Pengeroyokan dengan Senjata Tajam, Satu Pelaku Merupakan Residivis
Untuk keluarga Wiken, suasana duka masih sangat terasa. Dari pantauan Radar Jogja di lokasi, orang tua Wiken masih shock diiringi isak tangis setelah kehilangan putrinya dalam peristiwa kebakaran itu. Kondisi tersebut membuat keluarga belum memungkinkan untuk memberikan keterangan lebih lanjut kepada media.
Sementara itu, salah satu teman Wiken yang juga datang melayat, Alya Hana mengenang almarhumah sebagai sosok yang baik dan perhatian kepada teman-temannya. Alya mengaku terkejut ketika mengetahui Wiken menjadi salah satu korban dalam kebakaran Trans Home.
"Saya kenal almarhumah itu dari teman saya, sekitar dua tahunan lalu. Kami ada dalam irisan pertemanan satu sama lain. Orangnya baik dan perhatian ke teman-temannya," kata Alya.
Baca Juga: Disnakertrans DIY Pastikan Hak BPJS Korban Kebakaran Trans Home Terpenuhi
Alya menyampaikan belasungkawa atas kepergian Wiken. Menurutnya, kesan sebagai pribadi yang baik menjadi hal yang paling diingat dari sosok Wiken.
"Tentu kaget sekali ketika mendengar kabar almarhumah menjadi korban di kebakaran ini. Saya turut berdukacita sedalam-dalamnya, dan saya bersaksi almarhumah itu orang baik," ujarnya.
Dari lingkungan kerja, salah satu karyawan Trans Home yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Sinta juga menyampaikan duka atas meninggalnya dua rekan kerja dalam peristiwa itu. Namun, ia memilih belum memberikan banyak keterangan mengenai kejadian yang juga dialaminya.
"Tentu sedih karena ada rekan sesama karyawan yang meninggal dunia dari kejadian ini. Saat ini saya tidak bisa bicara banyak dulu, mungkin biarkan nanti pihak manajemen atau pihak terkait yang menjelaskan atau menyampaikan lebih banyak," kata Sinta.
Baca Juga: Kota Jogja Dibidik Jadi Percontohan Ekraf Nasional, Pemkot Jogja Dorong Gekrafs DIY Berperan Aktif
Ia berharap kondisi setelah kebakaran dapat segera pulih dan seluruh persoalan yang muncul dari peristiwa tersebut bisa ditangani. "Semoga semua bisa segera pulih dan teratasi," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja