SLEMAN - Besarnya kebakaran yang terjadi di Trans Home di Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada Kamis (1/10) menyebabkan pemadam dari berbagai daerah harus turun tangan.
Diperkirakan ada sekitar 20 armada yang turun dengan total personel gabungan mencapai seratus orang. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Bidang Damkar Sleman Nawa Murtiyanto.
"Damkar hampir dari seluruh kabupaten dan kota, kemudian ditambah dari Magelang dan Klaten," katanya ditemui di lokasi.
Baca Juga: Turut Terdampak Kebakaran Trans Home, Warung Sabar Menanti Pilih Gratiskan Makanan untuk Damkar
Sementara untuk instansi lain juga turut bergabung dari BPBD, PMI, Basarnas, Brimob, hingga Polda. Dia sebut proses pemadaman sudah berlangsung lebih dari lima jam dan hingga kini masih terus berlangsung.
Tantangan pemadaman Trans Home ini disebut karena akses yang tersedia sangat sempit dan ada barang-barang yang mudah terbakar sehingga prosesnya menjadi lama.
"Masih agak lama ini, masih satu basement yang masih dicoba diakses. Strateginya memang harus pelan-pelan karena aksesnya cuma satu dan kecil," ujarnya.
Baca Juga: Dua Korban Tewas dalam Kebakaran Trans Home Dievakuasi, Ada di Lantai 3 Saling Berdekatan
Di luar basement ini, dia sebut untuk lantai satu hingga lantai tiga api sudah padam. Hanya saja memang di lantai dua sempat ada api yang muncul kembali sekitar 20 menit. Ketika nantinya basement sudah berhasil ditangani, tim pemadam akan kembali ke lantai satu, dua, dan tiga untuk melakukan pendinginan.
Menurutnya, dari sisi keluasan bangunan sejatinya hanya sekitar 2000 meter saja. "Hanya posisinya aja yang sulit jadi penanganannya butuh ekstra. Dalamnya lebih banyak peralatan rumah dan elektronik," katanya.
Strategi pemadaman yang dilakukan dengan mengurung api. Dengan demikian, penyebaran dan perembetan api dia nilai bisa sangat diminimalkan. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja