SLEMAN - Gelak tawa, riuh tepuk tangan, dan kehangatan kebersamaan menyatu di udara sore yang cerah di Kalurahan Sendangrejo, Sleman. Panggung Sleman Kite Festival (SKF) 2026 yang berdiri di area Pondok Pesantren Minggir milik Gus Muwafiq mendadak bergetar oleh energi ribuan pasang mata pada Minggu (27/9/2026).
Suasana mencapai puncak euforia ketika musisi kenamaan Tanah Air, Kunto Aji, melangkah ke atas panggung. Tidak tampil sendirian, ia menggandeng Yogyakarta Hardcore (YKHC), grup hadroh kontemporer lokal yang selalu berhasil menggebrak panggung lewat warna musik unik mereka.
Dua kekuatan seni yang berbeda ini memadukan energi dalam satu panggung megah untuk menutup festival dengan indah. Dentuman ketukan hadroh yang bertenaga berpadu harmoni dengan vokal khas Kunto Aji, menciptakan getaran magis yang membakar semangat seluruh pengunjung.
Lantunan lagu "Rampak Pembebasan" serta irama sajak sholawat Tibbil Qulub berkumandang merdu di tengah lapangan. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan visual dan nada, melainkan sebuah pertunjukan seni yang sarat dengan lembaran doa serta pesan-pesan kemanusiaan yang mendalam.
Suasana kian cair dan hangat berkat selipan humor serta plesetan khas Yogyakarta yang dilemparkan para personel di sela-sela lagu. Gelak tawa berderai di antara ribuan penonton yang larut, ikut bernyanyi bersama sambil menikmati warna-warni layang-layang yang menari indah di atas langit Sleman.
Baca Juga: Sleman Kite Festival 2026, Usung Tema We Share One Sky, Pertemukan Warga, Komunitas, dan Seniman
Sleman Kite Festival 2026 yang menjadi bagian penting dari perhelatan Sleman Creative Weeks tahun ini mengusung tema "We Share One Sky". Sebuah tema sederhana namun menyimpan makna filosofis yang sangat tajam bagi kehidupan modern saat ini.
Tema tersebut mengingatkan semua orang bahwa manusia hidup di bawah naungan langit yang sama tanpa sekat. Kita berbagi ruang hidup yang serupa, sehingga memikul tanggung jawab moral bersama untuk menjaga kelestarian bumi, merespons isu krisis iklim, serta menyuarakan solidaritas bagi sesama.
Inisiator festival, Kasan Kurdi, bersama Komunitas Akar Padi memastikan pesta rakyat ini tidak sekadar menjadi ajang hura-hura belakangan. Gerakan ramah lingkungan diterapkan secara nyata di lapangan, mulai dari meminimalkan sampah plastik sekali pakai hingga pengelolaan limbah secara bertanggung jawab selama acara berlangsung.
Kemeriahan SKF 2026 makin lengkap dengan kehadiran musisi lintas genre seperti Iksan Skuter dan grup musik pop syahdu asal Jogja, Olski. Alunan musik mereka mengiringi berbagai aktivitas seru yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Baca Juga: Satu Langit, Ribuan Cerita, Sleman Kite Festival 2026 Memadukan Layangan, Musik, dan Semangat Desa
Pengunjung dimanjakan dengan kompetisi dan eksibisi layangan unik, deretan stan UMKM lokal yang menjajakan produk kreatif, pemutaran film, hingga atraksi night flight, penerbangan layang-layang berhias lampu warna-warni yang membelah kegelapan malam.
Melalui perpaduan seni pertunjukan, budaya layang-layang, dan aksi nyata menjaga alam, Sleman Kite Festival 2026 sukses meninggalkan kesan mendalam. Sebuah perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan memberi inspirasi untuk menjaga bumi bersama.
Festival ini membuktikan bahwa dari sebuah lapangan pesantren di sudut Sleman, pesan kedamaian, kreativitas, dan kepedulian lingkungan sanggup digaungkan hingga mengetuk hati siapa saja yang hadir. (Ari K)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : RADAR JOGJA -