Sleman Kite Festival 2026, Usung Tema We Share One Sky, Pertemukan Warga, Komunitas, dan Seniman

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB
Pengunjung menyaksikan layang-layang berbagai bentuk yang diterbangkan dalam Sleman Kite Festival 2026 di Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman, kemarin (27/9/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pengunjung menyaksikan layang-layang berbagai bentuk yang diterbangkan dalam Sleman Kite Festival 2026 di Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman, kemarin (27/9/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja) 

 ‎SLEMAN – Langit Kabupaten Sleman kembali dihiasi warna-warni layang-layang. Sleman Kite Festival 2026 digelar di kawasan persawahan Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Sendangrejo, Minggir, Sleman, Minggu (27/9/2026). Mengusung tema We Share One Sky, festival tersebut mempertemukan masyarakat, komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda.
‎
‎Beragam kegiatan mewarnai festival yang menjadi agenda pembuka Sleman Creative Weeks 2026 itu. Mulai kompetisi dan ekshibisi layang-layang, workshop lingkungan, edukasi pertanian, pasar kreatif, pemutaran film, hingga ruang temu komunitas budaya.
‎
‎Hamparan sawah dan ruang terbuka menjadi bagian dari konsep festival. Layang-layang tidak sekadar menjadi permainan utama, tetapi juga menjadi media untuk mengajak masyarakat kembali dekat dengan alam dan lingkungan sekitar.
‎
‎Aspek lingkungan turut menjadi perhatian penyelenggara. Sejumlah prinsip ramah lingkungan diterapkan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendorong penggunaan perlengkapan yang dapat digunakan kembali, serta pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Dulu Ingin Cepat Dewasa, Sekarang Malah Takut: Realita Gen Z Saat Hidup Mulai Serius
‎
‎Festival tersebut juga melibatkan pelaku UMKM, komunitas layang-layang, seniman, dan masyarakat umum. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan membuka ruang interaksi sekaligus mendorong kreativitas masyarakat.
‎
‎Komunitas Akar Padi menjadi salah satu bagian dalam penyelenggaraan festival. Komunitas yang tumbuh sejak 2019 itu bergerak di bidang seni, budaya, pertanian, lingkungan, dan kerja kolektif masyarakat.
‎
‎Penanggung jawab acara, Kasan Kurdi, mengatakan festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Sleman sebagai kabupaten kreatif. Berbagai unsur, mulai budaya, lingkungan, hingga kreativitas masyarakat, dipertemukan melalui kolaborasi lintas komunitas.
‎
‎Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Jogja, Susanti, mengaku senang dapat menyaksikan Sleman Kite Festival 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan keluarga, tetapi juga mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak.
‎
‎“Menarik karena bukan hanya melihat layang-layang, tetapi juga ada kegiatan lain. Anak-anak jadi bisa bermain sekaligus belajar tentang lingkungan dan budaya,” ujarnya.

Baca Juga: Kepergok Mencuri Barang di Minimarket OKU Selatan, Dua Ibu-ibu Klarifikasi Sampaikan Permintaan Maaf
‎
‎Dia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan komunitas lokal. Menurutnya, suasana persawahan membuat festival terasa berbeda karena menghadirkan ruang bermain yang lebih dekat dengan alam.
‎
‎Melalui tema We Share One Sky, Sleman Kite Festival 2026 tidak hanya menghidupkan kembali permainan tradisional, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan masyarakat untuk merayakan budaya, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Sleman Kite Festival 2026 We Share One Sky Sleman Kite Festival Pondok Pesantren Gus Muwafiq gus muwafiq