Dedikasi Victor Ferdinand untuk Temukan Rumah Baru bagi Anjing-Anjing Terbuang

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:44 WIB
Pendiri RRDC Victor Ferdinand Indrabuana. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Pendiri RRDC Victor Ferdinand Indrabuana. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Rasa kasih sayang bagi Victor Ferdinand Indrabuana tidak dijalin hanya pada sesama manusia. Baginya, anjing-anjing sebagai makhluk hidup juga memiliki hak yang sama. Niat mulia ini diwujudkan dengan mendirikan Ron-Ron Dog Care (RRDC) di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. 

Pria 51 tahun ini bercerita saat ini setidaknya ada 239 anjing yang dirawat di RRDC. Jumlah ini membuat suara anjing tak putus saling bersaut-sautan terdengar, bahkan saat berada di luar selter. 

Hewan berkaki empat ini dia dapat dari berbagai tempat. Ada yang dari rumah kosong, pemiliknya meninggal, ditemukan saat tersesat di jalan, hingga didapat dari pemilik yang pernah digigit dan tidak mau merawat lagi anjing itu.

Baca Juga: Cegah TPPO, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Bakal Tambah Desa Binaan Imigrasi: Baru 21 Titik di DIY

Paling banyak dia menemukan saat musim wisuda karena pada masa itu banyak alumni yang begitu saja meninggalkan peliharaan mereka. Dalam satu periode ini dia bisa mendapat tambahan 35 ekor anjing.  "Ditinggal aja di kosnya, terus bapak kosnya telepon kami," katanya, Jumat (25/9/2026). 

Peristiwa yang menggerakkannya untuk membangun RRDC sendiri adalah saat polisi menyita 78 ekor dari seorang jagal yang menjual daging anjing untuk konsumsi. Saat itu dia melihat langsung kondisi puluhan anjing ini saling tumpuk di dalam satu mobil Grand Max dan 11 di antaranya sudah mati kehabisan nafas.

Dalam kondisi itu pilihannya hanya mengabaikan atau menolong dan dia memilih opsi kedua. Dia memahami kepolisian memang punya beberapa hambatan, salah satunya tidak punya tempat untuk anjing-anjing ini.

RRDC baginya jadi bentuk mendukung upaya penegakan hukum agar anjing-anjing ini tidak berakhir di meja makan. Dia menilai sebagai bagian dari masyarakat tidak bisa lepas tangan dan hanya menuntut aparat penegak hukum menangkap para jagal.

Baca Juga: Huistra Optimistis PSS Segera Bangkit; Permainan Sudah di Jalur Benar, Poles Penyelesaian Akhir

Dia mendorong agar putusan akhir ini memastikan para pelaku bersalah. Kalau tidak demikian, anjing-anjing ini sebagai barang bukti akan dikembalikan pada pada jagal lagi. "Bagaimanapun harus bersalah, barang bukti disita negara, lalu dihibahkan ke kami," katanya. 

Mayoritas anjing yang dirawat oleh RRDC adalah jenis anjing kampung. Ada juga jenis Herder yang dulu dibeli pemiliknya dengan harga puluhan juta maupun jenis Doberman seharga Rp 140 juga.

Hanya saja nasib mereka memang kurang baik hingga harus berakhir di selter. Dia menilai anjing-anjing ini sudah terbiasa diberi makan oleh pemiliknya, sehingga ketika dilepasliarkan mereka tidak akan mampu bertahan.  

Baca Juga: Bakar Sampah di Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan di Sleman Melonjak Signifikan

Selama tujuh tahun membangun RRDC di Sardonoharjo ini dia sebut operasional ditanggung dengan dana pribadi. Untuk satu hari, setidaknya Victor harus merogoh uangitu sekitar Rp 1 juta untuk pakan. Itu di luar biaya karyawan maupun sewa tanah kas desa yang digunakan sebagai selter RRDC ini. 

Meski demikian, dia mengaku tidak berhak berharap bantuan terlalu tinggi untuk bisa mendapat bantuan karena RRDC inisiatifnya sendiri. Hanya saja apapun bantuan yang diberikan pasti diterima, entah itu pakan, obat-obatan, atau apapun.

Lebih dari itu dia lebih berharap agar RRDC bisa jadi penghubung bagi para anjing yang terbuang ini untuk bisa menemukan rumah baru mereka. 

Baca Juga: PSS Sleman Geber Latihan di Jeda International FIFA Matchday 

"Kalau mau adopsi dari sini gratis dan bebas pilih. Kami memang tidak mau selter ini malah jadi usaha untuk nyari duit," katanya. 

Tidak ada biaya untuk adopsi ini, baginya adalah sistem yang adil karena dia juga mendapatkan anjing-anjing ini secara gratis. Hanya saja nantinya akan dilakukan survei yang dilakukan. Salah satunya berkaitan dengan keluasan rumah, ketika memang rumahnya ukuran sederhana maka diarahkan untuk tidak mengadopsi anjing besar. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : radar jojga
Ron-Ron Dog Care Victor Ferdinand Indrabuana RRDC ngaglik anjing