Anggota Komisi C DPRD Sleman Nila Rifianti Optimalkan BKK untuk Pembangunan Kalurahan

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 06:30 WIB
Anggota Komisi C DPRD Sleman Nila Rifianti. (ISTIMEWA)
 Anggota Komisi C DPRD Sleman Nila Rifianti. (ISTIMEWA)

SLEMAN - Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bisa menjadi solusi alternatif pelaksanaan pembangunan kalurahan. Guna menyikapi turunnya dana desa yang dikelola kalurahan belakangan ini.

Hal itu sebagaimana dilakukan Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sleman Nila Rifianti SPd. Menurutnya, ketika dana desa berkurang maka aspirasi dewan melalui instrumen BKK harus hadir sebagai intervensi konkret untuk mengambil alih beban pembangunan wilayah kalurahan.

Pada 2026-2027 politikus daerah pemilihan Sleman 3 (Ngemplak, Kalasan, Prambanan) ini memprioritaskan lima program strategis. Di antaranya, pembangunan jalan, irigasi, dan sektor pertanian. "Kehadiran BKK bisa menyambung tersendatnya pembangunan infrastruktur fisik di berbagai kalurahan. Sehingga masyarakat tak hanya bergantung pada anggaran dana desa untuk perbaikan fasilitas publik," ujarnya Kamis (24/9).

Baca Juga: Dinkes Kota Jogja Masih Temukan Kusta, 1-2 Kasus Tiap Tahun: Imbau Warga Ini!

Nila menegaskan, pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat untuk merespons sekaligus memberikan solusi atas dampak pengurangan dana desa oleh pusat. “Kita tidak bisa tinggal diam melihat pembangunan di desa melambat karena pemotongan dana desa," tandasnya.

Atas dasar hal tersebut, Nila mengimbau pemerintah kalurahan tetap menyusun perencanaan pembangunan wilayah. Berkolaborasi dengan para wakil rakyat di wilayah masing-masing untuk mengakses BKK. Supaya pembangunan wilayah kalurahan tetap bisa berjalan. Meskipun tidak harus sesuai ekspektasi awal. Namun, setidaknya bisa dilakukan secara bertahap. Disesuaikan dengan alokasi BKK yang tersedia.

Perempuan yang berdomisili di Koroulon Kidul, Bimomartani, Ngemplak, itu lantas mengungkapkan prioritas programnya. Perbaikan jalan rusak sejalan dengan visi misi bupati Sleman mewujudkan dalane alus dalane padhang. Jalan halus akan memperlancar akses ekonomi dan sosial. Terlebih jalan usaha tani. Sarana ini bukan saja akan memudahkan petani mengangkut hasil panen. Tapi juga menjadi akses alternatif bagi warga yang akan bepergian. Atau anak-anak pulang dan berangkat sekolah.

Baca Juga: 36 Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi, Termasuk Kendaraan Dinas Pemkot jogja: Ini Faktor Penyebabnya!

Saluran irigasi juga sangat vital. Apalagi saat musim kemarau panjang seperti sekarang. Petani butuh suplai air. Meski harus bergiliran. Saluran irigasi yang rusak akan menghambat laju air.

Nila berkomitmen terus mengawal BKK guna menjaga keberlanjutan pembangunan wilayah kalurahan. Sesuai hasil penjaringan aspirasi masyarakat.

Bahkan tak hanya sampai di situ. Politikus yang juga menjabat ketua Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kabupaten Sleman ini juga menaruh perhatian terhadap pemberdayaan kelompok wanita tani. Demikian pula usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Perempuan harus berdaya. Bisa membantu suami menyokong kebutuhan ekonomi keluarga," tutur Nila. (yog)

 

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
bantuan keuangan khusus (BKK) nila rifianti DPRD Kabupaten Sleman DPRD Sleman PDI Perjuangan