SLEMAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman menjadi sorotan setelah terjadi kejadian keracunan berulang. Menindaklanjuti persoalan tersebut, Satgas MBG Sleman mulai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sidak dilakukan dini hari sekitar pukul 05.00 WIB di dua SPPG, masing-masing di wilayah Tridadi dan Bangunkerto, Selasa (22/9). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) di dapur berjalan sesuai ketentuan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Abu Bakar mengatakan pemeriksaan dilakukan sejak petugas memasuki area dapur hingga proses makanan disajikan dan dikirimkan. “Kami menyoroti kebersihannya dari masuk sampai penyajian,” kata Abu yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Sleman, Selasa (22/9).
Baca Juga: Kelok 23 Masih Sisakan PR Parkir Liar hingga Kelandaian, PJN DIY Tuntaskan Seluruh Masalah
Dalam sidak tersebut, Satgas menyoroti sejumlah hal teknis. Salah satunya berkaitan dengan prosedur masuk ke area dapur. Sandal yang digunakan di dalam dapur harus berbeda dengan alas kaki dari luar.
Selain itu, Satgas memeriksa alur kerja, penyimpanan bahan makanan, pencucian ompreng, hingga proses pengiriman makanan. Tempat sampah juga menjadi perhatian dan harus selalu dalam kondisi tertutup untuk meminimalkan risiko.
Baca Juga: DP3 Sleman Gelar Vaksinasi Ratusan Anjing, Upaya Pertahankan Status Bebas Rabies
Pada proses penyajian, Satgas menemukan persoalan pada menu lalapan. Lalapan yang seharusnya dimasukkan ke dalam ompreng dalam kondisi kering masih ditemukan dalam keadaan basah.
“Kami lihat penyajiannya itu ada menu lalapan harusnya masuk ompreng kering, tapi masih basah dan itu bisa tercampur nasi,” ujarnya.
Pengelolaan limbah juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan. Salah satunya berkaitan dengan proses sortir bahan makanan, termasuk telur yang tidak layak digunakan. Di SPPG wilayah Bangunkerto, pengelolaan limbah sebelumnya sempat mendapat keluhan. Namun, Abu mengatakan telah terdapat perbaikan dalam pengelolaannya.
Baca Juga: Dampak Musim Kemarau, Damkarmat Kota Jogja Catat Rekor Peningkatan Kasus Kebakaran pada Agustus
Satgas juga meminta saluran pembuangan dari tempat pencucian peralatan dibersihkan secara rutin.
“Saluran tempat cucian piring itu tak suruh bersihkan. Saya tanya dibersihkan kapan, harus dilakukan setiap proses masak selesai,” tambahnya.
Seluruh temuan tersebut dicatat dalam formulir inspeksi insidental SPPG. Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai bangunan dan fasilitas, penyimpanan bahan, proses pemasakan, hingga pengemasan.
Formulir tersebut juga memuat saran dan rekomendasi perbaikan. Hasil inspeksi selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah provinsi dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) DIY. “Rencananya itu mau ada evaluasi bulanan dari provinsi,” katanya.
Abu mengatakan sidak akan dilanjutkan dalam sepekan mendatang. Sebanyak 10 SPPG menjadi sasaran pemeriksaan, dengan sejumlah lokasi dipilih berdasarkan yang dinilai menjadi sorotan masyarakat. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita