Mendag Tegaskan Kenaikan Bapok Bukan karena MBG, Pedagang Pasar Potrojayan Klaim Sebaliknya

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:15 WIB
PASTIKAN HARGA AMAN: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi Pasar Potrojayan, Prambanan, Sleman Senin (21/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
PASTIKAN HARGA AMAN: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi Pasar Potrojayan, Prambanan, Sleman Senin (21/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) di pasaran masih dalam batas wajar. Saat meninjau Pasar Potrojayan, Kapanewon Prambanan Senin (21/9), Budi menepis anggapan bahwa fluktuasi harga komoditas pangan yang terjadi belakangan dipicu oleh pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Menurut Budi, program prioritas pemerintah tersebut justru menjaga stabilitas pasar dengan menyerap hasil produksi pangan lokal secara optimal tanpa merusak struktur harga di tingkat pedagang maupun konsumen. "Enggak bikin tinggi (harga, Red), kan semua masih sesuai harga acuan," ujar Budi di sela interaksi dengan para pedagang pasar.

Baca Juga: Pendapatan Dipangkas Rp 132 M, Perubahan APBD 2026 Kabupaten Magelang Tetap Defisit Rp 181,3 M

Budi mencontohkan komoditas telur ayam yang saat ini mengalami surplus produksi hingga 12 persen. Kehadiran program MBG dinilai menjadi wadah penyerapan yang tepat sehingga ekosistem dari tingkat peternak hingga pedagang tetap berkelanjutan. Keseimbangan antara pasokan dan permintaan ini diyakini menciptakan harga yang stabil karena jaminan permintaan terus ada.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, mayoritas komoditas pangan utama tercatat masih berada di bawah harga acuan pemerintah. Daging ayam dijual pada kisaran Rp 38.000 per kilogram (kg), dengan harga acuan Rp 40.000 per kg. Sementara telur ayam Rp 26.000 per kg, dengan harga acuan Rp 30.000 per kg. Serta bawang merah Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per kg dari harga acuan Rp 39.000 per kg. Begitu pula dengan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang terjual sesuai acuan.

Baca Juga: Andre Taulany Resmi Menikah dengan Amanda Rigby, Akad Digelar Intim Bernuansa Adat Jawa

Dari jajaran komoditas utama, sorotan Budi hanya tertuju pada komoditas cabai rawit yang menyentuh Rp 70.000 per kg. Melampaui harga acuan pemerintah sebesar Rp 57.000 per kg. "Harga yang terlalu rendah berisiko merugikan para petani maupun peternak. Sebaliknya, harga yang melonjak akan memberatkan daya beli masyarakat," pesan Budi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Potrojayan Sularsih memastikan, hadirnya program MBG memang berdampak sekali terhadap harga-harga bapok di masyarakat. Peningkatan terjadi terutama di sektor daging ayam dengan harga per kilogram mencapai Rp 38.000. Padahal sebelumnya, pernah turun hingga Rp 30.000. "Memang ada keluhan dari pedagang, omzetnya menurun karena harganya naik," katanya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
pasar potrojayan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bahan pokok (bapok) Program makan bergizi gratis (MBG) harga