SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya buka suara terkait gelaran Jambore Daerah (Jamda) V Yamaha RX-King Indonesia (YRKI) di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu hingga Minggu (19-20/9) lalu.
Acara ini menuai kritik karena suara dari knalpotnya yang dinilai berisik dan banyaknya kepulan asap yang ditimbulkan.
"Kami mohon maaf apabila kegiatan kemarin di Maguwo menimbulkan rasa tidak suka dari sebagian masyarakat," katanya ditemui di Pasar Potrojayan, Senin (21/9).
Dia mengakui salah satu yang jadi sorotan adalah penggunaan knalpot brong yang bersuara nyaring dan ini jadi bagian yang akan jadi catatan ke depannya.
Pria asal Kapanewon Godean ini menyebut, pemerintah bersama lintas sektor telah berkoordinasi agar pelaksanaan acara ini bisa terkendali, aman, dan tidak merugikan siapapun.
Baca Juga: Mohamed Salah Disanksi Larangan Mengemudi dan Denda karena Melanggar Batas Kecepatan
Koordinasi ini sudah dilakukan sejak sebelum gelaran acara karena penggunaan lokasi di Stadion Maguwoharjo sehingga ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Panitia sendiri dia sebut sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keamanan acara.
"Masukan ini ke depan kami evaluasi karena mungkin petugas kerepotan," tambahnya.
Sampai dengan hari ini Harda mengaku belum mendapat laporan soal kejadian-kejadian yang tidak diinginkan imbas acara ini.
Dia pastikan akan terus memantau perkembangan ke depannya. Secara umum dia menilai terkait hobi motor RX-King tentu ada yang suka maupun tidak dan hal ini sangat wajar.
Hanya saja tidak bisa ditampik bahwa gelaran jamda ini sejatinya juga menggerakan ekonomi karena banyak penghobi dari luar daerah yang datang ke Bumi Sembada.
"Jambore ini juga mendatangkan duit ke Sleman sehingga perekonomian bertambah," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.