SLEMAN — Tanaman nanas berukuran jumbo dikembangkan menjadi daya tarik eduwisata di Jamal Farm, Padukuhan Barak I, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jamal Farm tidak hanya menjadi lokasi budidaya nanas jumbo. Tempat tersebut dikembangkan dengan konsep eduwisata yang memadukan kegiatan pertanian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Konsep tersebut dijalankan melalui kemitraan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga Karang Taruna.
Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut mencakup proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran nanas jumbo. Dengan demikian, aktivitas pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga dikembangkan sebagai kegiatan yang dapat memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung.
Baca Juga: Polresta Jogja Turun Tangan Usut Dugaan Pungli di Alkid, Klaim Polisi Minta Jatah Makan Didalami
Konsep eduwisata memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal pertanian secara lebih dekat. Di Jamal Farm, pengunjung dapat mengamati tanaman nanas jumbo sekaligus melihat aktivitas petani dalam mengelola dan memanen tanaman tersebut.
Selain menjadi tempat berwisata, keberadaan Jamal Farm juga menjadi sarana untuk mengenalkan proses pertanian kepada masyarakat. Pengunjung dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai tanaman yang selama ini lebih sering ditemui dalam bentuk buah yang sudah siap dikonsumsi.
Dengan konsep tersebut, kegiatan pertanian dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk pengunjung yang ingin mengetahui proses budidaya secara langsung.
Bagi masyarakat, model eduwisata dapat menjadi alternatif untuk mengenal pertanian dengan cara yang lebih dekat dan menarik. Sementara bagi pengelola dan warga, kegiatan tersebut membuka ruang untuk mengembangkan potensi lokal melalui kombinasi pertanian, edukasi, dan pariwisata.
Jamal Farm menjadi salah satu contoh bahwa lahan pertanian tidak hanya dapat menghasilkan komoditas, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar dan pengalaman wisata bagi masyarakat.
Editor : Bahana.