SLEMAN - Warga dikejutkan dengan penemuan mayat di dasar tebing parit di samping Jalan Kebon Agung, Tegal Mraen, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Minggu (13/9) sekitar pukul 11.30. Korban diketahui adalah pria berinisial SS, 58, yang merupakan warga setempat.
Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono menjelaskan, peristiwa ini diketahui saat salah seorang ojol akan buang air di pinggir jalan, tetapi melihat ada kobaran api di tebing parit selokan. Saksi tersebut akhirnya menginfokan pada saksi lain dan warga di sekitar lokasi. Hal ini untuk memadamkan api sekaligus memanggil pemadam kebakaran. Saat api padam, saksi dan warga turun ke dasar tebing dan melihat korban dalam kondisi telentang yang diduga sudah meninggal dunia.
"Rumah korban dan TKP hanya berjarak 10 meter. Berdasarkan keterangan tetangga, korban biasa membakar daun dan sampah di sekitar TKP setiap harinya," katanya dikonfirmasi, Minggu (13/9).
Baca Juga: Tak Punya Tradisi Membatik, Warga Mulyodadi Kembangkan Batik Gayam hingga Jadi Usaha BUMDes
Edi menegaskan bahwa pihak keluarga menerima sebagai musibah. Saat ini jenasah juga sudah dimakamkan.
Sementara itu, PS Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, dalam penanganan kasus ini petugas Polsek Mlati bersama Pamapta Polresta Sleman, Unit Reskrim, Intel, Samapta, Bhabinkamtibmas, serta tim Inafis telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam penanganannya jenazah juga langsung dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab meninggalnya korban," katanya.
Baca Juga: Pembakaran Sampah Dilarang, Pelanggar Terancam Denda: Peristiwa Kebakaran Lahan si Jogja Meningkat
Atas kejadian ini, dia mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar agar segera melaporkannya kepada kepolisian. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Berikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan guna memastikan fakta dan penyebab kejadian," ujarnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita